33 C
Semarang
Sabtu, 30 Mei 2020

Regulasi Pemilu Selalu Berubah

Another

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

DEMAK-Banyaknya pemilihan umum (Pemilu) yang dilaksanakan di berbagai tingkatan bisa menjadi salah satu faktor partisipasi masyarakat naik turun (fluktuatif). Pasalnya, ada pemilu legislatif (pileg), pemilihan presiden (pilpres), pemilihan gubernur (pilgub), pemilihan bupati (pilbup) atau pemilihan wali kota (pilwakot), pemilihan kepala desa (pilkades), hingga pemilihan BPD maupun pemilihan RT/RW. Dikhawatirkan masyarakat jenuh sehingga ada yang tidak menggunakan hak pilihnya.

Hal tersebut disampaikan Asisten 1 Setda Pemkab Demak, AN Wahyudi di sela mengisi rapat koordinasi (Rakor) antara Panwaskab dengan stakeholder di Hotel Amantis, Jumat (17/11) kemarin. Menurutnya, selain fluktuasi partipasi pemilih karena kejenuhan warga dalam menggunakan hak pilihnya, fenomena lain yang muncul adalah seringnya perubahan regulasi atau aturan dalam pemilihan yang membuat penyelenggara pemilu kebingungan.

“Kalau ada pemilu apapun, termasuk saat ada pilkades sekalipun, aturan selalu berubah. Bahkan, aturan yang berubah itu kadang tidak nyambung dengan nalar publik,” katanya.

Dia mencontohkan, ketika Mahkamah Konstitusi (MK) menganulir aturan bahwa dalam pendaftaran pilkades seorang calon kades yang semula dibatasi hanya boleh dari warga desa setempat, namun dalam perkembangannya diubah menjadi calon kades boleh dari luar desa.

“Bahkan adanya perubahan itu sempat membuat kami kaget karena aturan atau putusan MK itu berubah menjelang pilkades. Perubahan aturan seperti ini, kerap mengiringi setiap pemilihan,” katanya.

Terlepas dari dinamika seperti itu, terkait dengan Pilgub Jateng, Pemkab Demak jauh-jauh hari telah menyiapkan segala sesuatunya. “Kami siap dengan anggaran, sarana prasarana maupun personel untuk mensukseskan Pilgub Jateng tersebut,” ujar Wahyudi.

Ketua Panwaskab Demak, Khoirul Saleh menyampaikan, dalam setiap pemilihan, partisipasi masyarakat memang naik turun. Dalam pilgub 2013 partisipasi pemilih di Demak sekitar 44, 92 persen. Ini artinya lebih dari 50 persen pemilih tidak menggunakan hak pilihnya. Kemudian, saat pileg 2014 partisipasi pemilih bisa mencapai 78, 01 persen dan pilpres 71,23 persen. Sedangkan, ketika Pilbup Demak pada 2015 partisipasi pemilih mencapai 67, 17 persen. “Jadi partisipasi memang fluktuatif tergantung momen pemilihannya,” ujar dia didampingi Sekretarisnya Yanto Mulyanto.

Khoirul menambahkan, untuk Pilgub 2018 nanti, panwas telah membuat indeks kerawananan. Karena itu, di wilayah mana saja potensi pelanggaran terjadi. “Kami dorong supaya Pilgub ini nanti benar-benar jujur dan adil (jurdil),” katanya. (hib/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

More Articles Like This

Must Read

Pertimbangkan Aspek Ekonomi hingga Politik

SEMARANG - Direktur Utama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Friderica Widyasari Dewi menyampaikan untuk berinvestasi di Pasar Modal Indonesia, para pelaku usaha harus memperhatikan...

Dafam Hadirkan Imlek Promo Cengli

PEKALONGAN - Menyambut Hari Raya Imlek atau Chinese New Year, yang akan jatuh pada 28 Januari 2017 mendatang, Hotel Dafam Pekalongan yang terletak di...

Cahaya Mas Incar Dua Kelompok

DEMAK-Klub Perkumpulan Bulutangkis (PB) Cahaya Mas David Sport membidik hasil siginifikan dari kelompok pembinaan seperti tunggal dini putri utama dan tunggal pemula putra madya....

Keluarga Tolak Dhea Diotopsi

.”Ya, kami menerima, ini mungkin sudah ajal dan garisan takdir. Awalnya memang kami minta otopsi, tapi saya mendengar keterangan Gubenur Akpol dan IPDN bahwa...

Pemkab Pekalongan Raih IKM Tertinggi

RADARSEMARANG.COM, KAJEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan meraih nilai indeks kepuasan masyarakat (IKM) tertinggi yakni 84, atas kinerja yang telah dilakukan pada tahun 2017. Bahkan, angkanya...

Proyek Pembuatan Polder

CEGAH BANJIR: Sejumlah pekerja tengah membuat proyek polder di kawasan Rusunawa Kaligawe, Jumat  (9/6). Diharapkan proyek pembuatan polder tersebut untuk mengurangi banjir yang sering...