33 C
Semarang
Rabu, 3 Juni 2020

Dewan Tidak Kuorum, Paripurna Batal

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

SALATIGA – Sidang paripurna DPRD Kota Salatiga dengan agenda Penandatanganan Persetujuan bersama Terhadap Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) kota Salatiga tahun 2017 – 2022 ditunda. Penundaan dilakukan, karena anggota dewan yang hadir sehingga tidak memenuhi kuorum.

Sidang paripurna dibuka sekitar pukul 09.00 WIB yang dihadiri Wali Kota Yuliyanto, Wakil Wali Kota Muh Haris, segenap pimpinan SKPD hingga para camat dan lurah. Namun saat dicek absensi, ternyata hanya ada 11 dari 25 anggota dewan yang hadir. Ketua DPRD Teddy Sulistio meminta sekwan Sri Wityowati untuk memaparkan mengenai keabsahan persidangan.

“Sesuai dengan tata tertib DPRD pasal 87, jika mengenai pembahasan persetujuan DPRD maka yang hadir setidaknya 2/3 anggota dewan atau 17 orang. Maka prosedurnya harus menunggu dua kali satu jam. Jika tidak juga kuorum maka ditunda maksimal tiga hari,” jelas Sri Wityowati.

Berdasarkan hal tersebut, Teddy yang memimpin rapat kemudian menunda hingga satu jam. Namun sampai tenggat, ternyata hanya ada tambahan satu anggota dewan yang hadir. Sehingga jumlahnya masih tetap kurang dari syarat minimal sahnya sidang. Akhirnya sidang ditunda tiga hari yakni Senin mendatang.

Anggota dewan yang terlihat hadir adalah Teddy Sulistio, Suniprat (PDIP), Fathur Rahman, Latif Nahary, Nono Rohana (PKS), Diah Sunarsasi, Supriyadi Fatkhi, Woro Indartiningrum, Suryaningsih (Gerindra), Eny Tri Yuliastuti, Sudiono (Golkar) dan yang datang menyusul adalah Budi Santoso (PKS). Dewan yang tidak datang disebutkan ada yang tengah menjalani dinas luar kota dan ada juga yang izin sakit.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, RPJMD adalah pedoman yang akan menjadi patokan dinas – dinas dalam menyusun program kerja. Jika itu tidak disepakati, maka akan kesulitan dalam menyusun program kerja yang juga memuat visi misi dari kepala daerah. “Jika nanti Senin juga tidak ada kesepakatan maka sesuai tata tertib, tetap akan diserahkan ke gubernur untuk dievaluasi,” jelas Teddy Sulistio.

Sementara itu, Bagian Hukum Setda Ardiyantara menuturkan, RPJMD harus disetujui antara eksekutif dan legislatif untuk bisa dievaluasi oleh Gubernur. “Sehingga meski nanti ditunda, ya diulang lagi diajukan ke DPRD untuk dimintakan persetujuan sampai bisa dan dilanjutkan dengan diserahkan ke Gubernur,” jelas Ardiyantara. (sas/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

RLS Masih Rendah

WONOSOBO—Rata-rata lamanya sekolah (RLS) warga Wonosobo terbilang masih rendah. Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Wonosobo mencatat, RTS warga Wononosobo di angka 6,11 tahun. Kepala...

Awalnya Tersedak Minuman, Pernah Koma 15 Hari

RADARSEMARANG.COM - Kondisi Kailani Aura Sabrina, 13, warga Desa Kawengen, Ungaran Timur membutuhkan perhatian banyak pihak. Gadis kelahiran 7 September 2004 ini sejak 11...

Penyandang Disabilitas Netra Belajar Baca Peta

TEMANGGUNG - Para penyandang disabilitas netra, penerima manfaat di Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Netra (PPSDN) “Penganthi” Temanggung mendapat pelajaran cara membaca peta bumi atau...

Luncurkan Visit Batang Year, Perkuat Pariwisata

BATANG-Bupati Batang Wihaji berupaya menarik sebanyak-banyaknya wisata datang ke Kabupaten Batang. Dengan meluncurkan Visit Batang Year 2022 serta melakukan launching program Pembukaan Batang Expo...

Di Johar MAJT, Pendapatan Turun 50 Persen

SEMARANG- Derita para pedagang Pasar Johar yang menempati tempat relokasi Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) tak pernah habis. Mereka masih mengeluhkan sepi pembeli. Tak...

Baru 28 Taksi Online Berstatus Legal

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Baru 28 taksi daring berbasis aplikasi yang dinyatakan legal. Ke-28 taksi online itu, Sabtu (27/1) kemarin, ditempel stiker Angkutan Sewa Khusus...