Derita Infeksi Wajah, Surip Kesulitan Berobat

177
PEDULI : Penderita infeksi di bagian wajah, Amat Surip Amat, 67, warga Krapyak, Pekalongan menerima bantuan dari Wali kota Pekalongan H Saelany Machfudz. (LUTFI HANAFI /JAWA POS RADAR SEMARANG)
PEDULI : Penderita infeksi di bagian wajah, Amat Surip Amat, 67, warga Krapyak, Pekalongan menerima bantuan dari Wali kota Pekalongan H Saelany Machfudz. (LUTFI HANAFI /JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN-Amat Surip, 67, warga Krapyak, Pekalongan Jawa Tengah, menderita infeksi di bagian wajah selama 15 tahun. Kondisinya semakin memprihatinkan, akibat keterbatasan dana untuk berobat.

Menurut Maskuri, putra kedua Mbah Surip, penyebab infeksi di seluruh wajah tersebut, semula akibat penyakit biasa. Awalnya ada tahi lalat dekat hidung, menurut teman Mbah Surip bisa diobati pakai durian yang dibakar lalu ditaruh di hidung, tapi malah jadi infeksi dan membengkak sampai besar hingga sekarang.

“Awalnya cuma ada tahi lalat. Tapi mencoba diobati pakai kulit durian, tapi malah infeksi. Kejadiannya sendiri kurang lebih sudah 15 tahun yang lalu,” tutur Maskuri saat ditemui dirumahnya, Jumat (17/11) kemarin.

Terkait sakit bapaknya, kata Maskuri, pihak keluarga sudah terus mengupayakan kesembuhan dengan berobat ke RSUP dr Kariadi Semarang, dengan memanfaatkan fasilitasi BPJS Kesehatan.

“Kami, anak-anaknya telah berupaya untuk kesembuhan bapak dengan bolak-balik diperiksakan ke RSUP dr Kariadi Semarang, sudah sejak 10 tahun. Tapi sudah hampir 1 tahun ini berhenti, karena terbentur biaya,” ujarnya.

Untuk itu, atas bantuan Pemkot Pekalongan, pihaknya sangat bersyukur karena bisa melanjutkan pengobatan bapaknya lagi. “Dengan adanya bantuan biaya dari Pak Wali Kota ini, keluarga sangat terbantu. Alhamdulillah, Pemkot mau mengethaui warganya dengan melihat langsung keadaannya,” ungkap Maskuri dengan penuh haru.

Plt Wali Kota Pekalongan, HM Saelany Machfudz yang menyerahkan bantuan menjelaskan bahwa bantuan kali ini didasarkan karena adanya surat pengajuan dari warga yang dialamatkan ke Dinsos-P2KB Kota Pekalongan. Kemudian Pemkot Pekalongan merespon dengan positif, sehingga bantuan berupa santunan dana sebesar Rp 5 juta dapat segera disalurkan.

“Amat Surip berhenti kontrol sudah lama, ini kan kasihan. Untuk bisa melanjutkan kontrolnya, Pemkot membantu biaya yang bisa digunakan untuk transportasi maupun biaya hidup selama menjaga di Semarang,” kata Saelany.

Dari keterangan keluarga, imbuhnya, sebenarnya BPJS sudah mem-backup semuanya. Namun yang membuat kerepotan adalah ketika harus kontrol bolak balik ke Semarang. Sekali kontrol bisa habis antara Rp 200-300 ribu. “Kami berharap, kesembuhan Amat Surip,” pungkasnya. (han/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here