Baru Dibangun, Jalan Tembus Sudah Rusak

362
BELUM DIRESMIKAN: Kondisi jalan tembus akses dari Jalan Gatsu menuju Jalan dr Sutomo yang rusak. (Yudha Iman Primadi/Radar Banyumas)
BELUM DIRESMIKAN: Kondisi jalan tembus akses dari Jalan Gatsu menuju Jalan dr Sutomo yang rusak. (Yudha Iman Primadi/Radar Banyumas)

CILACAP – Baru dibangun dan belum juga diresmikan, akses dari Jalan Gatot Subroto menuju Jalan dr Sutomo kini kondisinya rusak. Pada mulut jalan penghubung dari arah dr Sutomo, kondisi aspal jebol dan membuat permukaan jalan turun dan bergelombang. Hal ini tentu sangat tidak membuat nyaman pengendara kendaraan dan sangat membahayakan keselamatan pengguna sepeda motor.

Salah satu pengemudi motor, Dina, mengeluhkan kondisi jalan yang belum lama dibangun tersebut. Dia meminta dinas terkait segera bertindak. “Belum sampai satu bulan sudah seperti ini. Mohon diteliti kualitas material yang digunakan seperti apa,” ujarnya.

Pengendara lainnya, Suwoto, mengaku miris dengan kondisi jalan tersebut. Menurutnya, jalan penghubung tersebut sewaktu baru diselesaikan sempat menuai pujian dari masyarakat karena permukaannya mulus tanpa lubang. “Sekarang sudah ada rambu-rambunya malah ada yang jebol. Kalau tidak tahu medan besar kemungkinan pengendara motor seperti saya bisa jatuh di situ,” ungkapnya.

Dari papan proyek yang masih terpasang, bisa diketahui, pembangunan jalan akses Gatsu Sutomo menelan dana sampai Rp 2.123.400.000 yang bersumber dari dana APBD tahun anggaran 2017. Adapun Surat Perintah Kerja dimulai pada 22 Mei 2017 dengan waktu pelaksanaan selama 150 hari kalender.

Kepala Seksi Peningkatan Rehabilitasi Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Cilacap Indra Krisdiyanto ketika dikonfirmasi Radar Banyumas (Jawa Pos Grup) terkait keadaan jalan tersebut, Rabu (15/11) mengatakan, secepatnya dirinya akan berkoordinasi dengan pimpinan. Menurutnya saat ini jalan tersebut masih dalam masa pemeliharaan oleh kontraktor. “Secepatnya diperbaiki karena masih dalam masa pemeliharaan penyedia jasa,” jelas Indra. (ida/jpg/ton)