BERKELAS : Sejumlah atlet lari saat berlomba di ajang Borobudur Marathon tahun lalu. Tahun ini even rutin tersebut diikuti 8.754 pelari dari 26 negara. (Mukhtar Lutvie/jawa pos radar semarang)
BERKELAS : Sejumlah atlet lari saat berlomba di ajang Borobudur Marathon tahun lalu. Tahun ini even rutin tersebut diikuti 8.754 pelari dari 26 negara. (Mukhtar Lutvie/jawa pos radar semarang)

SEMARANG – Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo memastikan Borobudur Marathon 2017 telah dipersiapkan matang. Bahkan pekan lalu, ketika dicek, semua sudah siap. Dari jersey, trek, hingga tenaga medis. Beberapa atlet pun sudah datang ke lokasi.

“Tadi (kemarin) saya bertemu dengan temen-temen EO (Event Organizer). Kesiapannya tinggal menunggu check terakhirnya saja,” bebernya ketika ditemui di rumah dinas Puri Gedeh, Jumat (17/11).

Dijelaskan, Borobudur Marathon 2017 tahun ini digadang-gadang lebih sempurna dari gelaran sebelumnya. Sebab, kualitas lebih diutamakan ketimbang kuantitas. “Semoga saja ini bisa lebih baik karena kualitas yang diutamakan,” harapnya.

Ganjar Pranowo. (Istimewa)
Ganjar Pranowo. (Istimewa)

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, Urip Sihabudin menjelaskan mengenai sejumlah critical point trek yang harus dilewati pelari. Untuk nomor full marathon 42 kilometer, akan ada 10 titik tanjakan. Sementara nomor half marathon 21 kilometer 3 titik tanjakan, dan nomor 10 kilometer ada 2 kali tanjakan. “Rata-rata tanjakannya 10 derajat,” cetusnya.

Mengenai lebar jalan, pelari 21 kilometer akan melewati jalan selebar 16 meter. Tepatnya di Jalan Soekarno Hatta KM 15. Jalan paling sempit ada di Ngaran 1 KM 9, Sumber Arum KM 30, Protogaten/Desa Sawo KM 24, dan Gang Berepan KM 11. Keempat jalan itu hanya selebar 4 meter saja.

“Nantinya para pelari juga akan melewati 4 Polsek, yakni Polsek Borobudur, Polsek Mungkid, Polsek Tempuran, dan Polsek Mertoyudan. Mereka juga melewati 3 fasilitas kesehatan, dan 32 sekolah,” terangnya.

Dijelaskan, hingga saat ini sudah ada 8,754 peserta yang sudah mendaftar. Rinciannya, 6,332 peserta di nomor 10 Kilometer, 1.500 peserta nomor 21 Kilometer, dan 932 peserta nomor 42 kilometer.

Menurutnya Pemprov Jateng mendukung penyelenggaraan lomba lari yang sebelumnya bernama Borobudur 10K ini. Di sisi olahraga, olahraga atletik adalah salah satu olahraga yang menjadi konsen Jawa Tengah, mengingat beberapa atlet Jawa Tengah berprestasi di bidang ini, termasuk terakhir pada Sea Games 2017. “Jadi kami berkomitmen untuk terus konsen pada atletik dan membudayakan olahraga atletik,” katanya.

Di sisi lain, Borobudur adalah salah satu unggulan Pemerintah untuk meraup kunjungan wisatawan mancanegara. Sehingga apapun acara yang terkait dengan Borobudur dan gaungnya luas diharapkan bisa mendongkrak kunjungan wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara.

Pada helatan internasional ini, akan diikuti 26 negara dengan total peserta 178 pelari. Yang paling banyak mengirimkan pelari adalah Kenya. Negara itu menerjunkan 51 pelari. Diikuti Malaysia dengan 23 pelari, Amerika Serikat 20 pelari, Jepang 12 pelari, Singapura 12 pelari, Tiongkok 8 pelari, Belanda 7 pelari, Jerman 7 pelari, India 6 pelari, Inggris 6 pelari, Perancis 5 pelari, Australia 5 pelari, Belgia 2 pelari, dan Korea Selatan 2 pelari.

Liem Chie An. (istimewa)
Liem Chie An. (istimewa)

Ada juga 12 negara lain yang masing-masing mengirimkan 1 pelari. Yakni Azerbaijan, Brasil, Kanada Denmark, Hongkong, Eslandia, Filipina, Rusia, Slowakia, Spanyol, Uganda, dan Taiwan.

Even Borobudur Marathon tahun ini diharapkan berlangsung lebih baik dibandingkan sebelumnya. Jika tahun sebelumnya masih fokus kuantitas tahun ini diharapkan fokus ke kualitas.

“Tahun ini diharapkan lebih bagus. Even besar seperti ini bisa mengangkat nama Borobudur, Magelang dan Indonesia,” kata Ketua Yayasan Borobudur, Liem Chie An. Liem berharap peserta bukan dilihat dari kuantitasnya namun juga kualitas. Liem ingin Borobudur Marathon bisa seperti Tokyo Marathon. “Impian saya Borobudur marathon bisa setara Tokyo Marathon, di Tokyo Marathon itu orang daftar sekian puluh ribu, daftar diundi siapa yang menang,” katanya.

Penyelenggaraan Bank Jateng Borobudur Marathon 2017 memang diharapkan selain sebagai sarana olahraga juga untuk mendorong pertumbuhan sektor ekonomi lewat wisata olahraga. Diharapkan wisata olahraga ini bisa berdampak besar bagi daerah dan destinasi wisata dalam hal ini Borobudur. “Efek dominonya sangat besar. Hotel-hotel sudah full boking, dan masyarakat juga ikut merasakan dampak positifnya. Dagangan laku dan lain-lain,” papar dia. (amh/vie/ric)