33 C
Semarang
Selasa, 7 Juli 2020

Rintis Desa Wisata Susu

Desa Sumogawe, Kecamatan Getasan

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

GETASAN – Desa Sumogawe merupakan salah satu desa di Kecamatan Getasan dengan hasil susu yang melimpah. Hampir setiap sore, bahkan dapat dijumpai lalu lalang kendaraan di Desa ini mengangkut susu hasil ternak warga.

Ya, rata-rata penduduk desa ini memang bermata pencaharian sebagai peternak sapi perah. Peternak di Desa ini rata-rata memiliki sapi sejumlah 6-7 ekor. Oleh Pemerintah Desa, potensi ini tidak didiamkan begitu saja. Bersama Pokdarwis, Pemerintah Desa rencananyanya akan mengembangkan  Desa wisata susu lengkap dengan sejumlah paket wisatanya.  ”Di dusun Sumogawe banyak peternak susu. Di Dusun ini nanti fokusnya untuk wisata edukasi susu,” ujar Siyamto, ketua Pokdarwis Ken Nyusu Desa Sumogawe.

Kades : Marsudi Mulyo Utomo. (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
Kades : Marsudi Mulyo Utomo. (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

Dusun ini, kata Siyamto, memiliki hasil olahan susu yang sangat beragam. Susu sapi yang dihasilkan, oleh warga disulap menjadi berbagai bentuk olahan seperti sabun, kerupuk susu, yoghurt, kefir, es krim dan masih banyak yang lainnya.

Hasil olahan ini, lanjutnya, juga sering dipamerkan dalam sejumah ekspo dan pameran yang ada di Sumogawe ataupun di daerah lain. Tujuannya, sudah pasti mengenalkan hasil UMKM warga Sumogawe. ”Beberapa waktu lalu, kami juga mengadakan ekspo. Lebih dari 50 produk ditampilkan dari 15 dusun di Desa Sumogawe. Tapi itu bukan hanya produk susu, ada produk sayuran, buah-buahan dan lainnya,” kata Siyamto.

Wisata kampung susu ini, cerita Siyamto, memang sudah pernah didatangi oleh sejumlah wisatawan. Oleh warga, wisatawan ini disuguhi dengan pengetahuan tentang cara berternak, pemeliharaan sapi, pemerahan hingga pengolahan hasil ternak.

“Wisata edukasi ini memang ditargetkan untuk anak-anak. Kemarin datang serombongan, kita ajak mereka untuk melihat bagaimana proses di sini hingga menghasilkan susu dan sejumlah produk yang bisa dinikmati,” jelas Siyamto kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Selain kampung susu, di Sumogawe terdapat sejumlah dusun dengan potensi yang berbeda-beda. Potensi ini oleh Pokdarwis juga akan dikembangkan menjadi tujuan wisata. “Seperti di dusun Kenteng, hampir semua warga membuat kerajinan dari bambu, di situ nanti dapat difokuskan untuk wisata kerajinan,” kata dia.

Dengan sejumlah dusun yang masing-masing memiliki potensi yang berbeda, kepala Desa Sumogawe Marsudi Mulyo Utomo rencananya akan membangun sebuah rest area di lokasi yang sudah ditentukan. Nantinya, tempat ini akan menjadi jujukan pertama ketika wisatawan datang ke Desa Sumogawe.

Selanjutnya, oleh pengelola wisatawan akan diarahkan sesuai dengan minat mereka hendak berkunjung kemana. ”Jadi kan memang banyak potensinya dan beda-beda. Di rest area ini mereka ditawarkan akan ke mana,” kata Marsudi.

Rest area ini, lanjutnya, juga akan digunakan untuk menampilkan produk umkm warga. Sehingga, oleh wisatawan produk warga ini dapat digunakan sebagai oleh-oleh dari Desa Sumogawe. ”Ini juga menjadi salah satu upaya kami untuk meningkatkan perekonomian warga kami,” jelas Kades ini di kantornya. (cr4/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Raih IPK 3,88, Teliti 345 Populasi Guru

Satu lagi, gelar doktor diraih pengajar Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang. Dosen FAI UM Magelang, Imron, berhasil meraih predikat tersebut. Dalam disertasinya, Imron meneliti peran...

Waspadai Penyakit Infeksi Pernafasan

SEMARANG - Masyarakat diminta untuk menjaga kesehatan karena sekarang mulai memasuki pergantian musim. Saat ini sudah banyak kasus masyarakat di Jateng yang terkena penyakit...

76 Sekolah Rawan Digerus Bencana

MUNGKID—Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang ditunjuk oleh Kementerian Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan (PMK), menjadi tuan rumah Konferensi Nasional Pendidikan Bencana (Konas PB) 2 Tahun...

BPJS Kejar Pertumbuhan Peserta JKN-KIS

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Direktur Pelayanan dan Kepesertaan BPJS Kesehatan, Andayani Budi Lestari mengatakan defisit yang di BPJS Kesehatan terjadi karena besaran iurannya masih dibawah...

Efektif Tanamkan Budi Pekerti

RADARSEMARANG.COM - WIDYO Leksono ‘Babahe’, sosok seniman kawakan di Semarang yang masih konsisten menjadi seorang pendongeng dari sekolah ke sekolah. Wajar, jika pria berambut...

BPS Ukur Tingkat Investasi Kota Magelang

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Magelang akan melaksanakan survei disagresi pembentukan modal tetap bruto (PMTB), sebuah survei untuk mengukur tingkat investasi di...