Rintis Desa Wisata Susu

Desa Sumogawe, Kecamatan Getasan

997
TAMPILKAN PRODUK: Warga Sumogawe menuang susu hasil ternak dalam acara Kirab Budaya Desa Sumogawe. (IST)
TAMPILKAN PRODUK: Warga Sumogawe menuang susu hasil ternak dalam acara Kirab Budaya Desa Sumogawe. (IST)

GETASAN – Desa Sumogawe merupakan salah satu desa di Kecamatan Getasan dengan hasil susu yang melimpah. Hampir setiap sore, bahkan dapat dijumpai lalu lalang kendaraan di Desa ini mengangkut susu hasil ternak warga.

Ya, rata-rata penduduk desa ini memang bermata pencaharian sebagai peternak sapi perah. Peternak di Desa ini rata-rata memiliki sapi sejumlah 6-7 ekor. Oleh Pemerintah Desa, potensi ini tidak didiamkan begitu saja. Bersama Pokdarwis, Pemerintah Desa rencananyanya akan mengembangkan  Desa wisata susu lengkap dengan sejumlah paket wisatanya.  ”Di dusun Sumogawe banyak peternak susu. Di Dusun ini nanti fokusnya untuk wisata edukasi susu,” ujar Siyamto, ketua Pokdarwis Ken Nyusu Desa Sumogawe.

Kades : Marsudi Mulyo Utomo. (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
Kades : Marsudi Mulyo Utomo. (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

Dusun ini, kata Siyamto, memiliki hasil olahan susu yang sangat beragam. Susu sapi yang dihasilkan, oleh warga disulap menjadi berbagai bentuk olahan seperti sabun, kerupuk susu, yoghurt, kefir, es krim dan masih banyak yang lainnya.

Hasil olahan ini, lanjutnya, juga sering dipamerkan dalam sejumah ekspo dan pameran yang ada di Sumogawe ataupun di daerah lain. Tujuannya, sudah pasti mengenalkan hasil UMKM warga Sumogawe. ”Beberapa waktu lalu, kami juga mengadakan ekspo. Lebih dari 50 produk ditampilkan dari 15 dusun di Desa Sumogawe. Tapi itu bukan hanya produk susu, ada produk sayuran, buah-buahan dan lainnya,” kata Siyamto.

Wisata kampung susu ini, cerita Siyamto, memang sudah pernah didatangi oleh sejumlah wisatawan. Oleh warga, wisatawan ini disuguhi dengan pengetahuan tentang cara berternak, pemeliharaan sapi, pemerahan hingga pengolahan hasil ternak.

“Wisata edukasi ini memang ditargetkan untuk anak-anak. Kemarin datang serombongan, kita ajak mereka untuk melihat bagaimana proses di sini hingga menghasilkan susu dan sejumlah produk yang bisa dinikmati,” jelas Siyamto kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Selain kampung susu, di Sumogawe terdapat sejumlah dusun dengan potensi yang berbeda-beda. Potensi ini oleh Pokdarwis juga akan dikembangkan menjadi tujuan wisata. “Seperti di dusun Kenteng, hampir semua warga membuat kerajinan dari bambu, di situ nanti dapat difokuskan untuk wisata kerajinan,” kata dia.

Dengan sejumlah dusun yang masing-masing memiliki potensi yang berbeda, kepala Desa Sumogawe Marsudi Mulyo Utomo rencananya akan membangun sebuah rest area di lokasi yang sudah ditentukan. Nantinya, tempat ini akan menjadi jujukan pertama ketika wisatawan datang ke Desa Sumogawe.

Selanjutnya, oleh pengelola wisatawan akan diarahkan sesuai dengan minat mereka hendak berkunjung kemana. ”Jadi kan memang banyak potensinya dan beda-beda. Di rest area ini mereka ditawarkan akan ke mana,” kata Marsudi.

Rest area ini, lanjutnya, juga akan digunakan untuk menampilkan produk umkm warga. Sehingga, oleh wisatawan produk warga ini dapat digunakan sebagai oleh-oleh dari Desa Sumogawe. ”Ini juga menjadi salah satu upaya kami untuk meningkatkan perekonomian warga kami,” jelas Kades ini di kantornya. (cr4/bas)