33 C
Semarang
Rabu, 8 Juli 2020

Pendampingan Intensif Selamatkan Nasib Koperasi

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

MAGELANG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang mengantisipasi bertambahnya jumlah koperasi di Kota Magelang yang gulung tikar. Yakni dengan makin intensif melakukan pendampingan, agar koperasi-koperasi yang nyaris bangkrut itu terselamatkan.

Kabid Koperasi, Disperindag Kota Magelang, Daniel Priyowatoro menyebutkan, hingga saat ini ada 15 unit koperasi yang tidak aktif. Menurutnya, penutupan koperasi tersebut memiliki permasalahan yang beragam. “Misalnya untuk koperasi simpan pinjam, kesadaran anggota sebagai pemilik dan pengguna jasa masih kurang,” kata Daniel, kemarin.

Lalu, ia contohkan koperasi pertokoan kalah bersaing dengan toko modern yang sifatnya jejaring. Ia mengungkapkan, kemampuan permodalan yang minim merupakan faktor utama munculnya permasalahan.

“Kalau mau kulakan jumlahnya (modal, Red) terbatas jadi harganya tinggi. dijual ke anggota jadi tinggi juga, maksudnya lebih mahal dari toko modern yang jejaring,” ungkapnya.

Ia minta, para pengurus menyikapi fenomena tersebut dengan bijaksana. Antarpengurus diajak bekerja sama. “Kulakan barang bisa bersama-sama, supaya harga per unitnya bisa lebih murah dan harapannya harga barang bisa seragam. Kalau ini terwujud, koperasi akan kuat.”

Di sisi lain, koperasi adalah salah satu penopang perekonomian bangsa. Tak kalah penting dalam menjalankan organisasi ekonomi tersebut adalah keseriusan dan profesionalitas pengurus dalam mengelola koperasi.

Dari kondisi itu, pihaknya terus melakukan pendampingan. Apalagi, dari 217 koperasi yang masih beroperasi, ada yang menunjukkan tanda-tanda merugi, atau terkesan jalan di tempat. “Setelah kita datangi, katanya mau semangat lagi,” ujarnya.

Kasi Pengawasan dan Fasilitasi Koperasi dan Usaha Mikro, Disperindag Kota Magelang, Supanci Darmasi menambahkan, sebetulnya, tahun ini ada tambahan 4 unit koperasi. Jumlah itu lebih sedikit dari yang ditargetkan sebanyak 7 unit.

“Karena kendala di notaris, jadi belum selesai sampai sekarang,” tambahnya.

Dia berujar, sistem pendirian koperasi sudah melalui online. Kekurangan dari penggunaan sistem ini, pada saat notaris hendak memproses, sering terjadi kesalahan. Baik dari sistem yang dipakai, maupun dari sumber daya manusianya. Inilah yang menyebabkan pendirian koperasi sedikit tersendat.

“Selain itu, kendala dalam mendirikan koperasi lainnya juga berasal dari masyarakat sendiri,” ucapnya. Karena itu, pihaknya akan memprogram kegiatan sosialisasi ke masyarakat untuk meningkatkan kesadaran berkoperasi. (mg6/put/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kibarkan Merah Putih di 4 Puncak Tertinggi di Dunia

Organisasi Mahasiswa Pecinta Alam (Mahapala Universitas Negeri Semarang (Unnes) pernah mengibarkan merah putih di empat dari tujuh puncak tertinggi di dunia. Bahkan, Mahapala menjadi...

Jadwal Pentas Tari Perlu Dikaji Ulang

MAGELANG – Rencana pementasan tari tradisional di Pendopo Mantiyasih, Kampung Meteseh, Kelurahan Magelang, Magelang Tengah yang diadakan setiap Minggu Pahing, diminta untuk dikaji kembali....

Mualipi dan Mheny Melawan

SEMARANG - Dua binaragawan Jateng masing-masing Mualipi dan Mheny memutuskan mengirimkan surat sanggahan ke PB PON dan Kemenpora terkait surat  PB PON. Peraih medali...

Pendongeng Michio Kaku dari Ciheras

Oleh: Dahlan Iskan Saya ingin ke Ciheras lagi. Kangen Ricky Elson. Yang kini punya gelar baru: angoneering.  Kemampuan engeneeringnya telah dia plesetkan menjadi angoneering. Ricky...

Superindo Gaet Mahasiswa Bisnis Ritel

SEMARANG - Jaringan supermarket nasional, Super Indo, memiliki visi untuk bertumbuh menjadi supermarket pilihan masyarakat yang mampu memberikan sebaik-baiknya manfaat. Salah satunya dengan berpartisipasi...

PKL Barito Pasrah, Bangunan Dirobohkan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Pembongkaran bangunan pedagang kreatif lapangan (PKL) Barito terus berlanjut secara bertahap. Kali ini pembongkaran dilakukan di dua wilayah, yakni Kelurahan Sambirejo dan Kelurahan...