Pendampingan Intensif Selamatkan Nasib Koperasi

337

MAGELANG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang mengantisipasi bertambahnya jumlah koperasi di Kota Magelang yang gulung tikar. Yakni dengan makin intensif melakukan pendampingan, agar koperasi-koperasi yang nyaris bangkrut itu terselamatkan.

Kabid Koperasi, Disperindag Kota Magelang, Daniel Priyowatoro menyebutkan, hingga saat ini ada 15 unit koperasi yang tidak aktif. Menurutnya, penutupan koperasi tersebut memiliki permasalahan yang beragam. “Misalnya untuk koperasi simpan pinjam, kesadaran anggota sebagai pemilik dan pengguna jasa masih kurang,” kata Daniel, kemarin.

Lalu, ia contohkan koperasi pertokoan kalah bersaing dengan toko modern yang sifatnya jejaring. Ia mengungkapkan, kemampuan permodalan yang minim merupakan faktor utama munculnya permasalahan.

“Kalau mau kulakan jumlahnya (modal, Red) terbatas jadi harganya tinggi. dijual ke anggota jadi tinggi juga, maksudnya lebih mahal dari toko modern yang jejaring,” ungkapnya.

Ia minta, para pengurus menyikapi fenomena tersebut dengan bijaksana. Antarpengurus diajak bekerja sama. “Kulakan barang bisa bersama-sama, supaya harga per unitnya bisa lebih murah dan harapannya harga barang bisa seragam. Kalau ini terwujud, koperasi akan kuat.”

Di sisi lain, koperasi adalah salah satu penopang perekonomian bangsa. Tak kalah penting dalam menjalankan organisasi ekonomi tersebut adalah keseriusan dan profesionalitas pengurus dalam mengelola koperasi.

Dari kondisi itu, pihaknya terus melakukan pendampingan. Apalagi, dari 217 koperasi yang masih beroperasi, ada yang menunjukkan tanda-tanda merugi, atau terkesan jalan di tempat. “Setelah kita datangi, katanya mau semangat lagi,” ujarnya.

Kasi Pengawasan dan Fasilitasi Koperasi dan Usaha Mikro, Disperindag Kota Magelang, Supanci Darmasi menambahkan, sebetulnya, tahun ini ada tambahan 4 unit koperasi. Jumlah itu lebih sedikit dari yang ditargetkan sebanyak 7 unit.

“Karena kendala di notaris, jadi belum selesai sampai sekarang,” tambahnya.

Dia berujar, sistem pendirian koperasi sudah melalui online. Kekurangan dari penggunaan sistem ini, pada saat notaris hendak memproses, sering terjadi kesalahan. Baik dari sistem yang dipakai, maupun dari sumber daya manusianya. Inilah yang menyebabkan pendirian koperasi sedikit tersendat.

“Selain itu, kendala dalam mendirikan koperasi lainnya juga berasal dari masyarakat sendiri,” ucapnya. Karena itu, pihaknya akan memprogram kegiatan sosialisasi ke masyarakat untuk meningkatkan kesadaran berkoperasi. (mg6/put/lis)