Pasar Properti Cenderung Flat

632
PAMERAN RUMAH : Para pengunjung sedang melihat-lihat stan dalam Magelang Property Week 2017 di Artos Mall yang berlangsung mulai 16 – 26 November 2017 mendatang. (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)
PAMERAN RUMAH : Para pengunjung sedang melihat-lihat stan dalam Magelang Property Week 2017 di Artos Mall yang berlangsung mulai 16 – 26 November 2017 mendatang. (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)

MAGELANG – Pasar properti di Indonesia pada tahun 2017 terhitung flat atau tetap. Pasalnya, tahun ini, faktor daya beli di semua faktor bisnis menurun.

Marketing Damai Putra Development Nurhaedi memaparkan, pasar properti tahun 2017 dinilainya sudah lumayan bagus. “Meskipun kami pesimistis dapat mencapai target 100 persen hingga akhir tahun nanti,” beber Nurhaedi di sela-sela pembukaan Magelang Property Week 2017 di Artos Mall, Kamis (16/11).

Pada 2017 ini, pihaknya memasang target transaksi senilai Rp 27 miliar. Hingga 1,5 bulan jelang akhir tahun, menurut Nurhaedi, transaksi yang terjadi masih kurang Rp 4-5miliar dari target.

“Target itu diupayakan dapat tercapai dengan ikut serta dalam pameran properti ini. Kalau unitnya, selama tahun ini kami mampu menjual sekitar 70 unit untuk semua tipe. Sudah lumayan bagus dan kami optimistis tahun 2018 mendatang akan makin bagus, mengingat masih banyak yang butuh rumah dan juga akan banyak yang memanfaatkan subsidi,” papar Nurhaedi.

Sementara, Kepala Cabang Bank Tabungan Negara (BTN) Heru Kristianto mengaku optimistis pasar properti di Magelang pada 2018 mendatang akan lebih baik dibanding 2017. Pasalnya, selain pertumbuhan ekonomi diprediksi naik, daya beli masyarakat juga diperkirakan ikut meningkat.

Heru menjelaskan, Magelang masih potensial untuk pengembangan bisnis perumahan baik kelas menengah-bawah maupun menengah-atas. Terutama di wilayah sekitar Borobudur yang menjadi magnet utama pertumbuhan properti.

“Tidak dapat dipungkiri Candi Borobudur masih memiliki daya tarik pariwisata tinggi. Banyak wisatawan yang ingin selalu mengunjungi candi ini, yang berdampak pada terus ramainya wilayah ini,” beber Heru.

Semakin ramainya wilayah Borobudur dan sekitarnya maka secara otomatis akan membuat nilai investasi di segala bidang selalu meningkat. Salah satu investasi yang kemungkinan banyak digemari adalah properti, terutama perumahan di semua kelas atau segmen.

Selama tahun 2017 ini, BTN mampu membiayai kredit pemilikan rumah (KPR) di wilayah Magelang hingga Rp 50 miliar. Sementara untuk BTN Syariah bisa mencapai sekitar Rp 90 miliar. Tahun 2018 mendatang, pihaknya optimistis KPR bisa melebihi angka tahun ini.

Kepala BTN Syariah Jogja, Misbach, membenarkan bahwa di tahun 2017 ini, pertumbuhan bisnis properti tidak mengalami perkembangan signifikan. Tapi bukan berarti bisnis tersebut akan mengalami penurunan. “Jika dilihat, kebutuhan papan atau rumah akan selalu ada. Jadi, tidak perlu ragu dan harus optimistis bahwa di tahun 2018 bisnis properti akan mengalami perkembangan yang signifikan,” jelas Misbach. (cr3/ton)