Berbarcode : Pengurus dan anggota DPC Aptrindo Tanjung Emas menunjukkan stiker barcode. Ratusan armada truk milik anggota DPC Aptrindo Tanjung Emas akan ditempel stiker berisi data kendaraan dan pengemudi itu. (NURUL PRATIDINA / JAWAPOS RADAR SEMARANG)
Berbarcode : Pengurus dan anggota DPC Aptrindo Tanjung Emas menunjukkan stiker barcode. Ratusan armada truk milik anggota DPC Aptrindo Tanjung Emas akan ditempel stiker berisi data kendaraan dan pengemudi itu. (NURUL PRATIDINA / JAWAPOS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sedikitnya 800 armada truk milik anggota Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) DPC Tanjung Emas akan ditempel stiker ber barcode. Penempelan tersebut bertujuan untuk memudahkan identifikasi armada.

Ketua DPC Aptrindo Tanjung Emas, Supriyono mengatakan, dalam setiap stiker yang ditempel pada bagian depan truk terdapat barcode yang memuat beberapa data. Yakni nama perusahaan, penanggung jawab, nomor ponsel yang bisa dihubungi serta nama sopir dari armada tersebut.

“Jadi seandainya ada suatu kejadian, kita tinggal scan saja barcode tersebut pakai smartphone dan data langsung terbaca. Seringnya kejadian di terminal peti kemas, truk mogok, sopirnya juga nggak ada, bingung kita nyari nya ini truk siapa. Dengan adanya barcode tinggal scan dan langsung hubungi. Lebih mudah,” ujarnya, kemarin.

Mengingat jumlah anggota dan armada yang cukup banyak, pemasangan stiker barcode ini akan dilakukan bertahap. Dengan target Februari tahun depan semua armada truk milik anggota Aptrindo dengan tingkat keselamatan yang layak, sudah ditempel.

“Truk-truk milik anggota Aptrindo yang layak dipakai untuk mengangkut barang-barang dari Pelabuhan Tanjung Emas semuanya akan ditempel stiker. Sementara yang tingkat keselamatannya kurang, akan kami bina dan segera ditempel juga,”ujarnya.

Kabid Lala Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Emas, Pradigdo menyambut baik terobosan yang dilakukan oleh Aptrindo. Menurutnya, pemasangan stiker ber barcode tersebut tak hanya memudahkan untuk operasional di dalam Pelabuhan, tapi juga di luar area tersebut.

“Sebetulnya semua sudah terdata, namun dengan penggunaan stiker ini bisa dibilang selangkah lebih maju. Sistem yang mereka bangun ini tak hanya mempercepat proses di pelabuhan, tapi manakala ada kejadian di luar pelabuhan juga bisa mudah mendata dengan men-scan barcode,”ujarnya.

Ke depan, ia berharap langkah ini dapat diikuti oleh asosiasi lain. Tak hanya terbatas pada truk dan kontainer, tapi juga kendaraan-kendaraan lain yang berlalu lalang di dalam pelabuhan. (dna/ric)