SIAP SIAGA: Kapolres Wonosobo AKBP Muhammad Ridwan mengecek mesin salah satu mobil di Polsek Kertek, Kamis (16/11). (SUMALI IBNU CHAMID/JAWA POS RADAR KEDU)
SIAP SIAGA: Kapolres Wonosobo AKBP Muhammad Ridwan mengecek mesin salah satu mobil di Polsek Kertek, Kamis (16/11). (SUMALI IBNU CHAMID/JAWA POS RADAR KEDU)

WONOSOBO – Jajaran Polres Wonosobo terus meningkatkan kewaspadaan utamanya dalam penanganan bencana alam. Kapolres Wonosobo AKBP Muhammad Ridwan mengecek kesiapsiagaan Mapolsek Kertek dan Kalikajar, Kamis (16/11) pagi. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh anggota Polsek Kertek dan Kalikajar tersebut sebagai antisipasi menyusul adanya cuaca ekstrem yang melanda wilayah Wonosobo dan sekitarnya.

Dalam arahannya, Ridwan menegaskan, sebagai ujung tombak pelayanan kepada masyarakat, Polsek dituntut untuk siap tanggap menghadapi semua gangguan kamtibmas dan bencana alam. “Optimalkan alat SAR yang tersedia untuk melakukan penanganan pertama. Setelah itu sesegera mungkin untuk dilaporkan ke Polres,” katanya.

Terkait dengan maraknya perkembangan paham radikalisme, Kapolres mengharap seluruh jajaran untuk mengoptimalkan deteksi dini dengan memanfaatkan peran Bhabinkamtibmas. Menjelang Pemilukada Gubernur Jateng 2018, juga perlu adanya pendataan potensi konflik di setiap wilayah. Hal ini semata bertujuan agar pelaksanaan Pemilukada 2018 dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya adanya pelanggaran pemilu. “Koordinasikan dengan stakeholder lain untuk pendataan tim kampanye atau tim pemenangan calon. Upayakan kegiatan preemtif dan preventif guna memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” terang Ridwan.

Menanggapi adanya tindakan pelanggaran hukum oleh anggota, ia menegaskan, tidak akan menoleransi hal tersebut. “Akan langsung ditindak. Apalagi jika sudah menyangkut pidana, seperti judi, penganiayaan maupun tindakan pelanggaran lainnya. Akan disanksi tegas. Oleh karena itu jangan sekali-kali melakukan pelanggaran. Tidak usah banyak ulah. Cukup layani masyarakat dengan baik saja.”

Selain memberikan arahan, Kapolres juga mengecek kesiapan alat SAR dan kendaraan backbone. “Kertek dan Kalikajar termasuk zona rawan bencana. Oleh karena itu, peralatan harus siap setiap saat,” jelasnya. (ali/ton)