MOTIVASI : Para wirausahawan yang dibina oleh PLTU Batang, diberikan motivasi usaha oleh KH Anang Riqza, Pengasuh Pondok Pesantren Modern Tazakka Bandar, Batang. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)
MOTIVASI : Para wirausahawan yang dibina oleh PLTU Batang, diberikan motivasi usaha oleh KH Anang Riqza, Pengasuh Pondok Pesantren Modern Tazakka Bandar, Batang. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)

BATANG – PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) selaku pengembang proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kabupaten Batang, Jawa Tengah, berkomitmen terus mengembangkan usaha mikro masyarakat secara berkelanjutan dalam menghadapi efek penggandaan ekonomi. Hal tersebut sebagai bentuk tanggung jawab BPI kepada warga terdampak.

Salah satunya menggelar pelatihan kewirausahaan bagi masyarakat terdampak di Hotel Dewi Ratih Batang, Kamis (16/11).

“Pelatihan kewirausahaan terhadap pelaku mikro masyarakat ini, sekaligus sebagai upaya membangun usaha mandiri bagi kelompok usaha bersama (KUB). Kami berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kapasitas masyarakat dalam hal ini adalah anggota KUB binaan,” kata Manajer Corporate Social Responsibility (CSR) PT BPI, Bhayu Pamungkas.

Dijelaskan, kegiatan pelatihan kewirausahaan yang diikuti oleh 124 peserta tersebut, merupakan bagian program corporate social responsibility (CSR) dan “KJK LDP Bina Mandiri” sebagai mitra lokal PT BPI.

Menurut Bhayu, program pelatihan tersebut sejalan dengan jumlah KUB yang terus bertambah dan variasi usaha yang semakin beragam. “Saat ini jumlah KUB binaan PT BPI ada 153 unit dengan anggota 2.265 orang,” ujarnya.

Pelatihan motivasi kewirausahaan BPI ini merupakan yang ketiga sejak 2014 lalu.  Pelatihan motivasi kali ini diberikan disampaikan oleh Pengasuh  Pondok Pesantren Modern Tazakka Bandar, Batang yaitu KH Anang Riqza Masyahadi dan KH Anizar Masyahadi.

Dalam materinya, Anang Riqza berpesan agar masyarakat setiap usaha yang dilakukan mesti diimbangi dengan ibadah agar mendapat kemudahan dalam berusaha. “Melalui usaha, kita berbagi kebaikan sehingga akan kembali menjadi kebaikan kepada si pemilik usahanya,” ujar Anang Riqza. (han/zal)