MAGELANG – Tiga siswa sebuah SMK di Kota Magelang diciduk dan digiring Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Magelang. Pasalnya, mereka kedapatan membolos dan tengah minum minuman keras (miras) di sebuah warung pada saat jam sekolah berlangsung.

“Petugas pada saat itu sedang melakukan patroli rutin dan mendapati tiga orang pelajar dengan seragam, berada di luar saat jam sekolah berlangsung. Saat didatangi, ketiga pelajar tersebut ternyata tengah meminum miras,” kata Kepala Seksi Penyelidikan, Penyidikan, dan Penindakan Dinas Satpol PP Kota Magelang Kudhori, Kamis (16/11).

Kudhori menyebutkan, ketiga pelajar tersebut berinisial AP, DK, MFA yang semuanya berusia 17 tahun. Ketika diinterograsi secara mendalam, ketiga pelajar tersebut mengaku terlambat masuk sekolah. Namun bukannya masuk ke kelas, mereka malah membolos dan membeli miras di daerah Cacaban. “Minuman tersebut mereka bawa ke daerah Karet dan diminum bersama-sama.” Satpol PP juga menyita 700 mililiter miras yang mereka bawa.

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik Satpol PP, ternyata satu pelajar berinisial MFA sebelumnya juga sudah pernah tertangkap karena perbuatan yang sama. Pada saat itu, MFA telah diminta untuk membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya. Sementara AP dan DK mengaku hanya diajak MFA.

“Selanjutnya, kami buat laporan BAP untuk pelaku MFA, akan kita serahkan kepada pihak yang berwajib. Sementara untuk dua orang pelajar lainnya, AP dan DK akan kami lakukan pembinaan, dan kami minta membuat surat pernyataan,” tandas Khudori.

Saat dikonfirmasi, MFA mengatakan, miras didapatkannya dari salah seorang pedagang di daerah Cacaban. Miras tersebut dibelinya dengan cara patungan bersama dua orang rekannya seharga Rp 35.000. “Kami beli miras di Cacaban, tempatnya di dekat kuburan. Kami beli di sana, terus kami minum di tempat lain,” kata MFA sambil tertunduk. (cr3/ton)