BELAJAR : Pengurus TP PKK Kota Salatiga studi banding ke TP PKK Bandung belum lama ini. (IST)
BELAJAR : Pengurus TP PKK Kota Salatiga studi banding ke TP PKK Bandung belum lama ini. (IST)

SALATIGA – Tim Penggerak (TP) PKK Kota Salatiga melakukan kunjungan kerja ke kantor PKK dan Dharma Wanita, Jl Sukabumi Dalam, Bandung belum lama ini. TP PKK Kota Salatiga tertarik dengan prestasi juara I nasional Posyandu Wijaya Kusumah Bandung serta kiat pembinaan posyandu oleh Tim Penggerak (TP) PKK Kota Bandung.

Rombongan TP PKK Kota Salatiga yang dipimpin oleh Ketua TP PKK Kota Salatiga, Ny Ida Farida Haris diterima oleh Wakil Ketua I TP PKK Kota Bandung, Ny Siti Muntamah Oded beserta seluruh pokja dan juga Ketua Posyandu Wijaya Kusuma, Imas Masriah.

Ketua TP PKK Kota Salatiga Ny Ida Farida Haris mengatakan bahwa kunjungannya untuk belajar bagaimana memberdayakan masyarakat khususnya dalam hal PKK dan posyandu.

“Rombongan kami sebanyak 80 orang mulai dari TP PKK Kota Salatiga, kecamatan hingga kader PKK kelurahan di Salatiga. Semoga prestasi Kota Bandung ini menginspirasi kami untuk semakin kreatif dalam memberdayakan masyarakat,” kata Ny Ida Farida Haris.

Sementara itu, Wakil Ketua I TP PKK Kota Bandung, Ny Siti Muntamah Oded dalam sambutannya mengatakan bahwa penghargaan yang diperoleh Kota Bandung tidak hanya karena kebijakan, tapi juga karena masyarakat Bandung yang open minded.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Posyandu Wijaya Kusuma, Imas Masriah. Dalam paparannya ia mengatakan bahwa posyandu yang diketuainya mempunyai setidaknya 15 inovasi menghantarkannya menjadi juara I lomba Posyandu tingkat nasional. Inovasi tersebut merupakan hasil dari perubahan pola pikir ditamankan pemerintah kota kepada para kader PKK.

Posyandu Wijayakusumah, yang beralamat di RW 13 Kelurahan Sekeloa, Kecamatan Coblong, Kota Bandung ini melayani 119 bayi dan balita. Satu di antara beberapa layanan unggulan yang membuat Posyandu Wijaya Kusumah juara 1adalah layanan aplikasi ponsel bernama e-posyandu. Sejalan dengan konsep smart city pemerintah kota, aplikasi e-posyandu ini merupakan portal database kesehatan bayi dan balita se-Kota Bandung yang langsung terkoneksi ke Dinas Kesehatan.

“Apabila ada bayi atau balita yang menunjukkan tanda-tanda penurunan kualitas gizi, ada notifikasi dari aplikasi tersebut langsung ke Dinas Kesehatan agar segera diberikan penanganan,” jelas Imas.

Layanan unggulan Posyandu Wijaya Kusumah lainnya adalah dana usaha kesehatan masyarakat (DUKM). Program ini dirintis sejak tahun 2001 dan hingga saat ini hampir 80 persen keluarga di Kelurahan Sekeloa telah mengikutinya. Dengan hanya setor Rp 500 per orang per bulan, DUKM tersebut dapat digunakan untuk memberikan fasilitas pengobatan gratis warga Kelurahan Sekeloa di Puskesmas. Imas Masriah juga menguraikan bahwa posyandu tersebut juga mempunyai ambulans gratis yang dibeli dengan dana swadaya masyarakat. (sas/lis)