Pesan Sumpah Pemuda: Sarjana Tidak Hanya Cerdas Secara Intelektual Tetapi Mampu Mengaplikasikan Ilmu untuk Mengabdi kepada Masyarakat

252

Sabtu (28/10/2017) bertepatan dengan Sumpah Pemuda. Salah satu dosen muda Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia, Inaki M Hakim (31), membuka sambutan acara Perlombaan Inovasi Kreatif Limbah Produk Carica di Desa Patak Bantek, Dieng.

Acara perlombaan ini adalah puncak acara dari rangkaian Hibah Pengabdian Masyarakat DRPM UI Skema Produk Unggulan Ekonomi Kreatif kepada para pengrajin buah Carica di Desa Patak Banteng, Kejajar, Wonosobo. Carica adalah buah khas yang tumbuh di kawasan Dataran Tinggi Dieng yang sebeumnya tidak dimanfaatkan secara optimal, namun beberapa tahun ini mulai dikembangkan menjadi oleh-oleh dari Dieng seperti sirup maupun keripik Carica.

Inaki M Hakim adalah Ketua Penyelenggara program ini dengan anggota delapan orang mahasiswa. Beliau menjelaskan bahwa sudah selayaknya sebagai kaum terpelajar mengamalkan Tridharma Perguruan Tinggi Negeri yaitu seperti acara Pengabdian Masyarakat yang telah dilakukannya selama dua tahun ini kepada para Produsen Carica di Desa Patak Banteng, Dieng.

“Tahun pertama kami memiliki program yang berfokus pada perbaikan inovasi rasa dari buah carica sehingga menghasilkan beberapa varian rasa serta meredesign ulang packaging dari produk carica dan perbaikan sistem marketing dengan cara membagi ilmu kepada para produsen carica. Upaya yang dilakukan yaitu memberikan pemahaman mengenai keilmuan teknik industri yang sesuai perkembangan jaman, sesuai disiplin ilmu kita.” Beliau menjelaskan secara teknis program tahun pertama ini dengan membekali mitra dengan pelatihan pembuatan desain kemasan yang menarik dan ergonomis.

“Sebagai trainernya.. mahasiswa-mahasiswa saya yang memberi bekal mitra dengan pelatihan coreldraw. Kalau secara marketingnya kami berfokus pada bagaimana menggunakan media sosial yang efektif dan menarik, selain itu mitra kami sekarang juga sudah bisa membuat dan maintenece website Untuk Perkumpulan Rumah Produsen Carica Patak Banteng ini. Bisa dilihat dalam websitenya www.caricadieng.org.’

Pada tahun kedua ini bertujuan memberikan pelatihan kepada mitra pada aspek produksi, limbah dan keuangan. Ketiganya sangatlah penting. Pada aspek produksi dan limbah goalnya adalah membuat sistem produksi yang produktif yaitu meminimalisir pemborosan-pemborosan dalam proses produksi. Kalau untuk limbahnya selama ini pengrajin carica membuang begitu saja biji dan kulit caricanya sehingga mencemari lingkungan. Bisa dilihat sekarang melalui lomba yang diadakan para mitra bisa membuat kerajinan kaligrafi dari biji carica, membuat kopi dari biji carica maupun kompos, itu adalah hal yang positif sekali untuk lingkungan. Pelatihan sistem keuangan juga kami nilai keberhasilan program kami dengan melihat proposal yang dibuat mitra dari produk limbah tersebut dibuat Harga Pokok Produksi dan Harga Pokok Penjualannya, sehingga mitra tahu bagaimana cara menargetkan keuntungan untuk produk baru yang dihasilkannya.

Beberapa motivasi para mahasiswa mengikuti Program Pengabdian Masyarakat ini diantaranya Furi mengatakan, “Kita ‘kan sudah kuliah yang secara tidak langsung juga disubsidi oleh masyarakat, dengan cara membagi ilmu inilah cara kita berterima kasih.” Selain itu Latu menambahkan, “ Program Pengabdian Masyarakat membuat kita lebih dekat dengan masyarakat, memahami masalah dan memecahkannya bersama melalui program-program yang terstruktur dan efisien adalah hal yang sangat seru.” Inaki menegaskan

“Macam-macam ya pemuda-pemuda Indonesia mengisi kemerdekaan, mungkin pada masa saya dulu banyak mahasiswa turun kejalan untuk menyuarakan aspirasi rakyat. Kalau sekarang semangat Sumpah Pemuda yang kami lakukan dengan mengabdi kepada masyarakat dengan mendampingi dan membagikan pengetahuan sesuai disiplin ilmu masing-masing sehingga terasa dan bisa dirasakan oleh msyarakat.” (web/ap)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here