Pasarkan Olahan Minuman Tradisional

Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono

430
MINUMAN REMPAH: Ketua KWT Arum Sari Desa Pledokan Kecamatan Sumowono menunjukkan olahan minuman yang dikatakan mampu menyembuhkan sejumlah penyakit. (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
MINUMAN REMPAH: Ketua KWT Arum Sari Desa Pledokan Kecamatan Sumowono menunjukkan olahan minuman yang dikatakan mampu menyembuhkan sejumlah penyakit. (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

SUMOWONO – Desa Pledokan Kecamatan Sumowono memiliki produk unggulan berupa minuman empon-empon tradisional. Olahan minuman tersebut diantaranya ada sirup jahe, sirup alang-alang, sirup kayu manis, temulawak instan, kunir instan dan beberapa lainnya. Olahan ini dihasilkan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Arum Sari yang diketuai oleh Yatimah, salah satu warga desa Pledokan.

Kepala Desa Pledokan Turja’un mengatakan, pemasaran produk ini selain dilakukan di wilayah sekitar juga sudah sampai ke luar Pulau Jawa. Melalui penjualan online, produk olahan warga ini sempat dibeli oleh orang asal Bali.

Kades Pledokan : Turja’un. (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
Kades Pledokan : Turja’un. (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

”Untuk pembuatannya memang tergantung pesanan. Ketika pesanan banyak, ya membuat banyak dan memperkerjakan warga sekitar juga. Tapi sehari-harinya tetap ada stok,” ujar Turja’un di kantor Kepala Desa saat menemui Jawa Pos Radar Semarang.

Potensi ini tentunya tidak didiamkan saja oleh Pemerintah Desa. Bersama perangkat desa, Turja’un terus melakukan upaya agar UMKM yang sudah ada sejak 2003 ini dapat semakin berkembang. Dirinya selalu mengupayakan kerjasama dengan pihak ke tiga untuk dapat membantu pemasarannya.”Tentu itu terus kami lakukan. Sehingga pemasaran produk UMKM ini bisa semakin luas. Selama ini pemasaaran dilakukan melalui online dan mengikuti pameran,” jelas Turja’un.

Keberadaan KWT ini dinilai memberikan dampak positif pada perekonomian warga. Selain bisa memperkerjakan warga ketika banyak pesanan, KWT ini juga selalu membeli gula aren yang dibuat warga untuk kemudian diolah menjadi gula semut. ”Semoga ke depan dalam pengerjaannya tidak hanya terbatas pada anggotanya saja, tapi bisa mengikutsertakan seluruh warga desa Pledokan, terutama yang ibu-ibu,” harapnya.

Rencananya, UMKM ini akan dimasukkan ke dalam BUMDes yang akan segera dibentuk oleh pemerintah desa Pledokan. ”Saat ini, kami sedang dalam proses pembuatan perdesnya. Ketika sudah ada BUMDes kami harapkan UMKM ini bisa masuk dan bersinergi,” jelas kades yang berharap Pledokan semakin maju di semua bidang ini.

Ketika mengunjungi rumah ketua KWT Arum Sari, Yatimah, Jawa Pos Radar Semarang menjumpai botol botol sirup jahe dan sirup alang-alang berjajar di salah satu ruangan rumahnya. Di dalam etalase, tersusun pula dengan rapi jahe merah instan, jahe alang-alang, gula semut dan sejumlah produk lainnya. Sementara itu, di salah satu sudut ruangan terapat mesin yang digunakan oleh Yatimah dan anggota KWT Arum Sari untuk memproses minuman yang mereka buat ini. ”Ini bantuan dari UNDIP. Kami memang didampingi UNDIP dalam membuat ini,” ujar Yatimah.

Yatimah menjelaskan, minuman yang diproduksi ini memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan. Diantaranya mampu menyembuhkan sejumlah penyakit mulai dari penyakit ringan seperti panas dalam, pegal linu, encok hingga penyakit kronis seperti mimisan, hepatitis menular dan beberapa penyakit lainnya. ”Ini berdasarkan pengalaman mereka yang meminum, yang sebelumnya memiliki penyakit bisa sembuh dengan mengkonsumsi secara rutin,” kata dia. (cr4/bas)