SEGERA PINDAHAN : Bangunan Pasar Baru Batang sudah kelar, kini siap ditempati para pedagang. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEGERA PINDAHAN : Bangunan Pasar Baru Batang sudah kelar, kini siap ditempati para pedagang. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang melalui Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Dinperindagkop) berencana membuka Pasar Baru Batang akhir tahun 2017 ini. Setelah digelontor Rp 6 miliar untuk menyelesaikan bangunan tambahan pada awal tahun 2017 lalu.

Kabid Pasar Disperindagkop dan UKM Kabupaten Batang, Edy Joko Priyanto mengungkapkan bahwa penyelesaian pemasangan interior Pasar Batang Baru, kini sudah selesai. Untuk itu, pihaknya mulai mempersiapkan rencana perpindahan seluruh pedagang pasar.

“Untuk pembangunan tambahan, telah menghabiskan biaya hingga Rp 6 miliar. Meliputi biaya administrasi proyek, pengawasan dan perencanaan,” kata Edy, Rabu (15/11) kemarin.

Untuk itu, pihaknya segera mempersiapkan proses perpindahan pedagang. Dengan menggelar sosialisasi kepada para pedagang pasar terkait proses perpindahan pada 20-25 Nopember mendatang di Gedung Pramuka.

Direncanakan secara bergilir, tiap harinya diundang para pedagang dengan klasifikasi seperti pemilik kios, pedagang los, lapak dan lainnya. “Tidak bisa serempak, karena jumlah total keseluruhan pedagang ada sekitar 2 ribuan,” tandasnya.

Bahkan, pihaknya masih akan menyusun jadwal. Rencanaya Jumat pada minggu ini akan dibahas dalam rapat koordinasi (Rakor) bersama Bupati Batang untuk memutuskan kepastian tanggal pindah termasuk teknis pelaksanaannya nanti.

Setelah selesai melakukan sosialisasi, kata Edi, pihaknya akan menggelar pertemuan kembali dengan pedagang pasar. Kali ini, gelaran pertemuan itu terkait pengambilan nomor undian untuk mendapatkan los maupun kios di Pasar Batang Baru.

“Setelah sosialisasi, pada 4-8 Desember akan kami bagikan undiannya. Lalu kami akan memberikan waktu selama 14 hari kepada para pedagang untuk proses perpindahan dan penataan lapak dagangan,” bebernya.

Nantinya, lanjut Edi, proses perpindahan akan dilakukan serentak atau secara bersama-sama. Dilanjutkan dengan acara sukuran dan doa bersama. “Tidak ada peresmian lagi, hanya acara sukuran saja. Rencananya akan digelar di pasar yang baru,” tambahnya.

Terpisah, pemindahan pedagang ternyata masih menimbulkan permasalahan di tingkat pedagang. Salah satu pedagang yang ditemui, Sri Hastutik, 39,  bersama enam pedagang lain masih belum puas dengan keputusan Disperindagkop Batang.

“Pedagang lain mungkin sudah menerima, karena mendapatkan ruko sesuai posisi awal ketika mereka berdagang. Sedangkan kami harus berpindah posisi karena adanya perluasan pasar untuk kantung parkir,” jelasnya.

Hastutik menerangkan keenam pedagang tersebut adalah toko Emas Berkah, Tojo Sriyati, Toko Munawir alias Bagio, dan toko pakaian. Semula toko mereka di depan menghadap ke utara. Tapi sekarang, terletak di sisi timur menghadap ke selatan. “Kami takut posisi baru tersebut membuat dagangan kami sepi pembeli, karena lokasi tidak strategis,” ungkapnya.

Lanjutnya, dalam rentang waktu tersisa sebelum pembersihan pasar paling lambat 15 Desember 2017, dirinya berupaya meminta Disperindagkop agar memperoleh ruko dengan posisi yang lebih strategis. “Sejak pindah ke pasar sementara, omzet toko saya turun 85 persen. Selama ini pedagang telah bersabar. Pindah ke pasar baru adalah harapan kami agar jualan kami laku seperti dulu,” pungkasnya. (han/ida)