Mengusir Penat dengan Melukis

333
DOKUMEN PRIBADI
DOKUMEN PRIBADI

BERAWAL dari sekadar untuk melepas penat, hobi melukis yang ditekuni Intan Esty ternyata belakangan bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah. Coretan-coretan yang dituangkan dalam berbagai media menghasilkan karya yang menarik.

“Bapak saya pelukis, komikus, dan kartunis. Waktu masih kecil pernah tandem melukis dengan bapak. Setelah itu berhenti, kuliah mulai lagi, tapi nggak lama berhenti lagi, karena saya merasa tidak menemukan passion di situ,”ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Pada 2014, perempuan kelahiran Jogjakarta ini terkena gangguan kecemasan. Untuk mengalihkan pikiran-pikiran negatif dan mengusir kepenatan, ia disarankan untuk menyibukkan diri dengan hal-hal positif yang disukai.

“Dari situ saya mulai melukis di kanvas besar, lukisan wanita dengan payung di tengah hujan. Banyak yang bilang lukisanku hidup, tapi suram. Sejak saat itu saya mulai suka melukis, karena saat bermain cat, saya benar-benar merasa bisa lepas dari berbagai beban,”katanya yang mengaku sering melukis sembari menikmati ketenangan di rumahnya yang berada di Lereng Menoreh.

Tak hanya di kanvas, Intan mulai menuangkan ide-ide lukisannya ke berbagai media. Di kertas, talenan, tas kanvas, sepatu kanvas, t-shirt dan berbagai media yang bisa dilukis. Sejumlah karya yang ia unggah di media sosial, ternyata mendapat respons positif.

“Mulai banyak yang minta dilukiskan, baik personal maupun butik-butik yang kebanyakan tentang fashion ilustration. Bisa juga fashion illustration tersebut dipajang di dinding menjadi wall decor,”ujarnya.

Ia berharap, ke depan, hobi yang menjadi ladang bisnis ini terus berkembang. “Saat ini sedang merintis, dengan permintaan yang terbanyak handpainting ob blacu bag dan kanvas bag,”ucapnya.(dna/aro)