MASIH ADA HARAPAN: Suporter PSIS Panser Biru tampak kecewa tim kesayangannya menelan kekalahan dalam laga perdana babak delapan besar Liga 2 melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, kemarin. (Kanan) Pemain PSIS Aldiaer Makatindu sedih setelah mengalami kekalahan. (FOTO-FOTO: BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MASIH ADA HARAPAN: Suporter PSIS Panser Biru tampak kecewa tim kesayangannya menelan kekalahan dalam laga perdana babak delapan besar Liga 2 melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, kemarin. (Kanan) Pemain PSIS Aldiaer Makatindu sedih setelah mengalami kekalahan. (FOTO-FOTO: BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BANDUNG – PSIS Semarang gagal memenuhi ambisinya untuk meraih tiga poin penuh di laga perdana babak delapan besar Liga 2 Grup Y. PSIS kalah 1-0 atas Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Rabu (15/11) sore kemarin. Gol semata wayang Persebaya dicetak oleh winger cepat, Irfan Jaya, di menit ke-19. Atas hasil tersebut, tim berjuluk Mahesa Jenar wajib meraih poin penuh pada dua laga sisa melawan PS Mojokerto Putra, Sabtu (18/11), dan versus PSPS Riau, Selasa (21/11), jika masih ingin mengamankan tiket ke semifinal.

Menghadapi Green Force kemarin, Tim Mahesa Jenar turun dengan skuad muda. Absennya M Yunus dan Hari Nur lantaran cidera membuat head coach Subangkit harus memaksimalkan pemain muda yang ada. Pada babak pertama, PSIS terus tampil di bawah tekanan. Tidak ada jenderal lapangan tengah yang mampu menjaga transisi serta mengalirkan bola ke duo winger Rifal Lastori dan Melcior Leideker maupun dua bomber Erik Dwi dan Sholihul Islam.

Sebaliknya, Persebaya mampu tampil dengan ciri khas permainan cepat. Trio Rendy Irwan, Ricky Kayame dan Irfan Jaya benar-benar membuat sibuk kuartet lini belakang PSIS, Safrudin Thar, Haudi Abdillah, Rio Saputro dan Taufik Hidayat. Serangan bertubi-tubi skuad Green Force akhirnya membuahkan gol cepat di menit ke-19. Irfan Jaya yang lepas dari pengawalan Safrudin Tahar sukses mencetak gol melalui tendangan terarahnya yang gagal dibendung oleh kiper Aji Bayu. Skor 1-0 bagi keunggulan Persebaya bertahan hingga turun minum.

Tertinggal satu gol, Mahesa Jenar langsung mengambil inisiatif serangan di babak kedua. Namun problem PSIS masih sama, yakni macetnya aliran bola ke lini depan. Praktis, di awal babak kedua belum ada peluang yang membahayakan gawang Persebaya.

Di pertengahan babak kedua, Subangkit memasukkan Adit Wafa menggantikan peran Ruud Gullid sebagai breaker. Sebelumnya, peran Erik Dwi sebagai second striker juga digantikan oleh Andrid Wibawa. Masuknya darah segar membuat serangan Mahesa Jenar lebih bervariasi. Subangkit juga memasukkan Aldier Makatindu menggantikan peran Sholihul Islam yang tampil sebagai lone striker.

Sejumlah peluang mampu diciptakan Haudi Abdillah dkk meski lini pertahanan Persebaya yang dikomandoi Fandry Imbiri masih terlalu tangguh, sehingga skor 1-0 untuk keunggulan Persebaya bertahan hingga laga usai.

Usai laga, Subangkit mengaku kecewa dengan hasil buruk yang diraih timnya pada laga perdana babak delapan besar kemarin. Menurutnya, Haudi Abdillah dkk bermain terlalu longgar di babak pertama, sehingga membuat Persebaya sukses mengembangkan permainan.

“Selain itu, Persebaya juga berhasil mematikan dua winger kami, di mana dua wing bek mereka tidak pernah naik. Di babak kedua kami sebenarnya mampu menguasai permainan. Namun ya inilah permainan, anak-anak sudah bekerja keras,” beber Subangkit.

Pihaknya juga meminta kepada Haudi Abdillah dkk untuk tetap fight di dua pertandingan tersisa,”Yang jelas kami belum habis. Kami harus kerja ekstra keras di dua pertandingan tersisa,” katanya.

Di kubu Persebaya, coach Alfredo Vera mengaku timnya lebih tenang di babak pertama. Gol Irfan Jaya di pertengahan babak pertama menurut pelatih asal Argentina itu juga cukup mengangkat motivasi Green Force. “Namun finishing kami masih harus diperbaiki. Beberapa peluang yang seharusnya menjadi gol gagal dimanfaatkan. Di babak kedua, PSIS juga tampil lebih menyerang,” kata Alfredo usai laga kemarin. (bas/aro)