33 C
Semarang
Sabtu, 11 Juli 2020

Fokus Pemberdayaan Perempuan

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG – PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah (BTPN Syariah) terus fokus pada pemberdayaan perempuan melalui pembiayaan syariah. Segmen ini dibidik karena dinilai memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan.

Direktur Utama BTPN Syariah, Ratih Rachmawati mengatakan, hingga September 2017 pihaknya sudah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 5,5 juta triliun untuk 2,8 juta nasabah. Dengan total aset sebesar Rp 8,54 triliun atau naik 36 persen dari periode yang sama pada tahun sebelumnya.

“Sebanyak 2,8 juta nasabah tersebut, semuanya perempuan,”ujarnya disela talkshow bertajuk ‘Inklusi Keuangan & Pemberdayaan Perempuan melalui Pembiayaan Syariah’, kemarin.

Pihaknya fokus membidik kaum perempuan dari segmen prasejahtera produktif, karena perempuan dinilai memiliki peran penting dalam perekonomian keluarga. Namun demikian, pemberian pembiayaan juga diiringi dengan pendampingan.

“Pendampingan ini kami kemas sedemikian rupa agar para nasabah memiliki empat perilaku unggul. Yakni berani berusaha, disiplin, kerja keras dan saling bantu. Sehingga para perempuan di segmen prasejahtera produktif ini juga bisa berpartisipasi meningkatkan penghasilan keluarga,”ujarnya.

Dengan adanya program pendampingan yang menyertai pembiayaan, pihaknya optimis untuk tahun depan segmen ini dapat tumbuh hingga dua digit. Sementara untuk dana pihak ketiga, hingga September lalu telah mencapai Rp 5,8 triliun. “Untuk dana pihak ketiga ini bebas, tidak hanya dari kaum perempuan saja,”ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, ekonomI CORE Indonesia, Hendri Saparani menambahkan, jumlah usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia berjumlah lebih dari 58 juta dan 99 persen diantaranya usaha mikro dan kecil.

“Dari seluruh pelaku UMKM baru sekitar sepertiganya yang bisa mengakses pembiayaan dari perbankan,”ujarnya.

Dengan demikian masih banyak UMK yang membutuhkan pendanaan yang dapat diakses dengan mudah serta sesuai dengan karakteristik mereka. Yaitu yidak memiliki jaminan, administrasi keuangan dan pemahaman pasar.

“Jadi adanya lembaga pembiayaan baik bank maupun non bank yang mampu mendampingi para pelaku UMK agar mampu meningkatkan kapasitasnya ini sangat diperlukan,”ujarnya. (dna/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Dikira Bom, Ternyata Pakaian dan Bakpia

RADARSEMARANG.COM, KEBUMEN—Benda mencurigakan yang diduga bom sempat menggegerkan warga di sekitar Jalan Guyangan-Petanahan Kebumen, tepatnya di Desa Adikarto Kecamatan Adimulyo, Kamis (22/2) sekitar pukul...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Siagakan 5 Ribu Personel di 200 Posko

SEMARANG – Satuan Koordinasi Wilayah (Satkorwil) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Jateng menempatkan 5 ribu personel untuk berjaga di 200 Posko Mudik. Posko tersebut disebar...

Berlayar Bersama Costa NeoRomantica (1)

Costa NeoRomantica memosisikan diri sebagai kapal pesiar keluarga. Tidak hanya fasilitas-fasilitasnya yang ramah segala usia, tapi kru yang melayani para penumpang pun bekerja dengan...

Pengedar Upal Sasar Pedagang Oprokan

SEMARANG - Antisipasi maraknya peredaran uang palsu (upal) selama Ramadan, aparat Polsekta Semarang Selatan blusukan di Pasar Mrican, Jumat (26/5) kemarin. Mereka mendatangi para...

KH Subhan Ma’mun: Sudah Waktunya Orang Amanah Urus Jateng

RADARSEMARANG.COM, BREBES - Sudah waktunya Jawa Tengah diurus oleh orang yang amanah. Orang yang jujur dan mementingkan hajat hidup masyarakat kebanyakan, bukan mendahulukan kepentingan...