LESTARIKAN BUDAYA: Warga Desa Kradenan, Kecamatan Kaliwungu terus berusaha mengembangkan kesenian Jawa. (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LESTARIKAN BUDAYA: Warga Desa Kradenan, Kecamatan Kaliwungu terus berusaha mengembangkan kesenian Jawa. (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KALIWUNGU – Desa Kradenan Kecamatan Kaliwungu sangat dikenal dengan kesenian Jawanya. Mulai dari karawitan hingga wayang orang, sampai saat ini masih dipertahankan di Desa yang bersebelahan dengan Desa Udanwuh ini.

Selain kedua kesenian tersebut, terdapat pula kesenian reog di Desa ini dengan nama Turonggo Seto. Dikatakan oleh Slamet Iskandar Sekretaris Desa Kradenan, sejumlah kesenian ini bisa bertahan karena memang masyarakat masih membutuhkan kesenian ini untuk ditampilkan pada acara-acara tertentu.

Sekdes: Slamet Iskandar. (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Sekdes: Slamet Iskandar. (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

”Seperti acara Angon Putu, itu membutuhkan kesenian reog untuk mengiringi nenek yang mengajak para anak cucunya ke pasar untuk beli dawet,” cerita Slamet.

Oleh sebab itulah, menurutnya, kesenian ini mampu bertahan dengan sendirinya hingga sekarang. Termasuk kepercayaan yang masih mengharuskan menggunakan kesenian Jawa tayub dalam setiap acara bersih desa yang dilaksanakan setiap tahunnya. ”Karena memang kepercayaan masyarakat sini masih kuat,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Desa Kradenan juga memiliki kesenian rebana dengan nama Nurul Hidayah. Rebana dengan anggota wanita-wanita Kradenan ini, kata Slamet, bahkan sering tampil di hingga ke luar daerah.

Slamet Menceritakan, grup rebana ini bermula dari kelompok PKK yang terus dikembangkan hingga menjadi sebesar sekarang. Rebana ini, kata dia, dalam penampilannya selalu membawakan lagu-lagu religi murni. ”Tidak ada kombinasi modern. Ini memang murni. Penyanyinya juga duduk,” kata pria ramah ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Semua kesenian ini, kata Slamet, akan terus dipertahankan. Sebab, warga Kradenan sangat heterogen, sehingga dengan banyaknya kesenian yang ada bisa memberi banyak ruang kepada warga desa sesuai dengan minat dan ketertarikan mereka masing-masing. ”Jangan sampai tidak memberikan kesempatan. Kita memberikan alternatif pilihan bagi mereka,” kata dia. (cr4/bas)