KUNJUGI KELUARGAN KORBAN : Bupati Demak HM Natsir mengunjungi keluarga korban penyanderaan di Papua di Desa Kedondong Kecamatan Demak Kota, (15/11) kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KUNJUGI KELUARGAN KORBAN : Bupati Demak HM Natsir mengunjungi keluarga korban penyanderaan di Papua di Desa Kedondong Kecamatan Demak Kota, (15/11) kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK-Bupati Demak HM Natsir kemarin mengunjungi rumah keluarga korban penyanderaan di Tembagapura, Mimika, Papua di Desa Kedondong, Kecamatan Demak Kota. Bupati meminta pihak keluarga korban agar terus mendoakan supaya mereka selamat dan bisa pulang kembali ke Demak.

“Kami sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengatasi masalah tersebut. Karena itu, kami juga berharap korban segera dibebaskan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB),” katanya.

Bupati juga meminta pihak keluarga tidak memberikan statemen sembarangan yang justru kontraproduktif. Sebab, bisa memperkeruh suasana di tengah upaya pemerintah membebaskan para sandera.

“Di Mimika Papua itu memang banyak warga Demak yang bekerja mengais rizki di sana. Bahkan, pasar disana yang meramaikan juga wong Demak,” ujarnya.

Saat ini komunikasi dengan korban masih terputus. Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Dinakerin) Pemkab Demak, Eko Pringgolaksito mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait di Papua soal warga Demak yang disandera KKB tersebut. Meski demikian, hingga kini belum ada informasi yang pasti nasib mereka.

“Mereka ini bekerja berkelompok dan tidak ada kaitannya dengan bekerja secara kelembagaan sehingga tidak masuk dalam kerjasama antar daerah,” katanya.

Walau begitu, kata dia, Disnakerin akan terus memantau perkembangan yang terjadi dan terus berkomunikasi dengan pemerintah Mimika Papua. Setelah ada kepastian dibebaskan, Pemkab Demak kemungkinan akan menjemput mereka kembali ke kampung halamannya di Desa Kedondong. (hib/ida)