33 C
Semarang
Selasa, 7 Juli 2020

Angkat Batik Semarangan Agar Tak Tertinggal

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG – Keberadaan Batik Semarangan hingga kini terbilang stagnan. Konsumen batik lebih mengenal Batik Lasem, Solo, Pekalongan dan Jogjakarta. Meski sebetulnya Batik Semarangan memiliki ciri khas khusus, tetapi sejauh ini belum tergarap secara maksimal.  Saat ini, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang sedang berupaya menyusun program untuk mengangkat Batik Semarangan agar tak tertinggal. Di antaranya melalui program One Village One Product (OVOP).

“Ini merupakan tindak lanjut kegiatan kompetisi motif Batik Semarangan yang digelar beberapa waktu lalu. Kami berkomitmen mengembangkan Batik Semarang. Di antaranya dengan fokus memberikan pelatihan secara intens kepada pengrajin batik,” kata Kepala Dinas Koperasi dan Mikro, Litani Satyawati, Rabu (15/11).

Dikatakannya, program OVOP dilakukan agar Batik Semarangan bisa lebih dikembangkan. Sehingga menjadi produk unggulan di Kota Semarang. “Kami ingin Batik Semarangan nantinya menjadi sumber kebanggaan di Kota Semarang. Kami melihat beberapa waktu lalu, telah muncul berbagai jenis inovasi desain motif batik oleh peserta. Sehingga ini menarik untuk dikembangkan,” katanya.

Selain untuk memberi motivasi kepada para pengrajin batik di Kota Semarang, pihaknya juga menata strategi agar bagimana para pengrajin batik mampu melakukan eksplorasi motif batik khas Kota Semarang, sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman. “Memang setiap pengrajin sudah semestinya memiliki kreativitas tanpa meninggalkan ciri khas, termasuk meningkatkan kualitas. Bagaiman agar mampu munculkan ragam motif batik, kami merencanakan akan menggelar lomba desain batik secara rutin,” kata dia.

Budayawan, Jongkie Tio sebelumnya mengatakan, desain Batik Semarangan dipengaruhi oleh budaya pendatang. Terutama didominasi budaya Tionghoa. Di era Kerajaan Mataram, pelabuhan di Semarang menjadi sasaran bersandar kapal-kapal dagang dari Tionghoa. Selain Tionghoa, ada juga keterlibatan budaya dari bangsa Arab. Bahkan di beberapa motif, ditemukan sedikit pengaruh Indo-Belanda.

Meski begitu, bagi Jongkie, batik Semarang bukan tanpa ciri khas. Zaman dulu, batik Semarang selalu membubuhkan pola flora –terutama bunga– dan perkutut. Ada juga pegunungan. “Nyaris sama dengan batik Pekalongan atau Lasem. Istilahnya motif pesisir,” kata dia. (amu/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tak Bergairah dengan Istri

Tanya: Dr Andi, sudah beberapa bulan ini saya kurang bergairah terhadap istri. Rasanya mudah capek dan ngantuk. Apakah ini suatu penyakit? Usia saya 39 tahun....

Tekan Angka Kecelakaan, Polda Gandeng Komunitas

SEMARANG – Sebagai upaya menekan angka kecelakaan, Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jateng bersama Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM) Polda dan Jasa Raharja Cabang...

4 Tahun Tak Terima Ganti Rugi, Wadul Peradi

SEMARANG-Empat tahun lebih PT Kereta Api Indonesia (KAI) tak kunjung memberi keadilan dan ganti rugi ataupun ganti untung terhadap 52 warga Bulu Lor, Semarang...

Sudah Koleksi 200 Piala, Idolakan Ganjar Pranowo

RADARSEMARANG.COM - Pasangan suami istri (pasutri), David Anwar dan Desy Armalina pantas berbangga. Sebab, ketiga putranya ternyata jago matematika. Bahkan, saat olimpiade matematika internasional...

Pembelajaran Apresiasi Seni Melalui Media Internet

RADARSEMARANG.COM - ADANYA pengkotakan mapel nasional dan non nasional menimbulkan skala prioritas pada pembelajaran di sekolah. Pada umumnya sekolah atau siswa lebih mementingkan mapel-mapel...

Dorong Petani Tanam Padi MSP

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Semarang melalui anggota Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Semarang memberikan pendampingan dan mendorong kelompok tani di Kabupaten Semarang...