Upgris Beri Stimulan Dana Untuk Dosen

113
PENELITIAN DOSEN: Rektor Upgris Muhdi saat memberikan sambutan saat dimulainya pelatihan reviewer penelitian oleh Kemenristek Dikti di Hotel Wujil Ungaran, kemarin. (FOTO: EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENELITIAN DOSEN: Rektor Upgris Muhdi saat memberikan sambutan saat dimulainya pelatihan reviewer penelitian oleh Kemenristek Dikti di Hotel Wujil Ungaran, kemarin. (FOTO: EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN –Universitas PGRI Semarang (Upgris) memberikan stimulan berupa pendanaan, bagi dosen yang ingin melakukan penelitian. Hal tersebut untuk meningkatkan jumlah dosen peneliti di Upgris.

“Walaupun jumlah danannya tidak sebanyak dari Ristek Dikti, namun itu sudah membantu mereka (dosen),” ujar Rektor Upgris, Muhdi saat pelatihan reviewer penelitian oleh Kemenristek Dikti di Hotel Wujil Ungaran, Selasa (14/11).

Dijelaskan Muhdi, saat ini penelitian yang dilakukan oleh dosen Upgris masih didominasi tentang pendidikan. Meski begitu, dengan berkembangnya kampus tersebut dimana saat ini sudah berdiri jurusan ilmu murni, para dosen pun bisa menyesuaikan.

“Sehingga tema penelitian yang dilakukan oleh dosen beragam. Baik itu dibidang ilmu kependidikan maupun ilmu murni,” katanya.

Jurusan ilmu murni seperti halnya Biologi, lanjutnya, semakin menambah beragam penelitian. “Saat ini juga kita memiliki fakultas teknik sehingga banyak penelitian terkait teknik,” katanya.

Dari tahun ke tahun, Upgris terus meningkat klaster penelitiannya. Mengingat jumlah peneliti dan hibah semakin banyak. Untuk memompa semangat penelitian para dosen muda, pihak universitas juga memberikan pelatihan bagi peneliti pemula. Selain itu, pendanaan penelitain tersebut juga diberikan oleh pihak kampus.

“Kami selalu memberikan apresiasi dalam bentuk satu proposal yang dianggap layak didanai diikutkan di ristek. Jika gagal didanai tingkat universitas. Sehingga mereka semakin terpacu dan tidak berkecil hati,” katanya.

Dijelaskan Muhdi, saat ini sebanyak 300 dosen Upgris aktif melakukan penelitian. Baik itu yang didanai oleh hibah Kemenristek Dikti maupun universitas.

Sementara itu Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat Kemenristek Dikti, Ocky Karnaradjasa yang hadir dalam kesempatan itu mengatakan pihaknya memberikan pendanaan untuk reset bagi dosen sebanyak 270 ribu melalui sistem kompetisi melalui pengiriman online.

“Di situ akan dinilai mana yang layak untuk didanai harus ada orang yang melakukan monitoring atau menilai peneliti itu memenuhi janjinya yaitu reviewer,” katanya.

Adapun pemberian pelatihan tersebut untuk meningkatkan jumlah kekayaan intelektual, meningkatkan jumlah publikasi internasional, mendorong jumlah riset yang outuputnya bisa masuk ke industri.

“Tugas reveiwer untuk mengecek penelitian yang dilakukan peneliti. Kami tidak akan membiarkan para peneliti kelimpungan untuk mencapai otput yang dijanjikan,” katanya. (ewb/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here