Terima Keluhan, Hendi Langsung Tinjau Pabrik “Berkutu”

358
TERIMA KELUHAN: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (baju batik) saat melakukan tinjauan mendadak ke pabrik pakan ternak PT Havindo Pakan Optima-1, kemarin. (IST)
TERIMA KELUHAN: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (baju batik) saat melakukan tinjauan mendadak ke pabrik pakan ternak PT Havindo Pakan Optima-1, kemarin. (IST)

SEMARANG- Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, Selasa (14/11) tiba-tiba mengarahkan kendaraannya ke sebuah pabrik pakan ternak di Kawasan Industri Candi Kota Semarang. Menggunakan mobil berpelat hitam, Wali kota yang akrab disapa Hendi ini mengagetkan beberapa karyawan yang beraktifitas di pabrik tersebut ketika turun dari mobilnya. Beberapa security juga terlihat berlarian masuk ke dalam pabrik untuk berkoordinasi dengan rekan-rekannya.

Begitu masuk ke dalam pabrik, Hendi lalu berjalan cepat menuju ke sebuah tumpukan karung pakan ternak yang sudah dikemas. Dengan teliti, Hendi memeriksa satu per satu karung tersebut. Hendi mengatakan dirinya terus menerima laporan bahwa ada kutu yang dihasilkan dari pengolahan pakan ternak itu.

“Sudah diminta berhenti sementara untuk fumigasi (pengendalian hama) kan? Sudah dilakukan kan? tapi ini kutunya kok masih ada,” ujar Hendi kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, Gunawan Saptogiri yang mendampinginya.

Tak berselang lama datang seorang pria yang merupakan pemilik pabrik tersebut bersama beberapa stafnya menghampiri Hendi. Pemilik pabrik tersebut menjelaskan bahwa dirinya telah melakukan upaya pengendalian hama yang ditimbulkan oleh pabriknya untuk tidak mengganggu pabrik-pabrik sekitarnya. Dia lantas mengajak Hendi berkeliling pabriknya untuk memastikan bahwa dirinya telah berupaya maksimal.

Merasa cukup mendapatkan penjelesan, Hendi pun kemudian berjalan keluar pabrik. Ketika ditanya perihal inspeksi mendadaknya tersebut, Hendi mengatakan apa yang dilakukannya tersebut adalah untuk menjaga keberlangsungan ekosistem kegiatan bisnis di Kota Semarang yang sudah berjalan dengan baik.

“Bukan sidak, ini ngajak rembugan, baiknya gimana, upayanya gimana, jangan sampai ada yang dirugikan, kita juga inginnya pabrik ini tidak merugi, tapi bagaimana caranya, ini kan yang harus dicari,” tutur Hendi.

“Misalnya kalau sudah dilakukan fumigasi tapi tetap ada kutunya, kalau relokasi bagaimana ? Kalau keberatan relokasi, caranya gimana supaya pabrik di sekitarnya tetap bisa beraktifitas normal dengan tidak terganggu kutu-kutu yang ada,” tegasnya.

Untuk diketahui, pabrik pakan ternak yang disidak oleh Hendi tersebut adalah PT Havindo Pakan Optima. Dalam perjalanan kegiatan produksi yang dilakukan oleh PT Havindo Pakan Optima, rupanya menimbulkan kutu yang tersebar sampai ke pabrik-pabrik di sekitarnya. Hal inilah yang kemudian menjadi perhatian Wali Kota Semarang. (zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here