Sempat Viral, Pelaku Berhasil Dibekuk

143
GELAR PERKARA : Petugas menunjukkan barang bukti celurit yang digunakan pelaku membacok korbannya. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GELAR PERKARA : Petugas menunjukkan barang bukti celurit yang digunakan pelaku membacok korbannya. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Salah satu pelaku perampasan disertai pembacokan di Tlogosari, Kecamatan Pedurungan, yang terekam kamera CCTV berhasil diringkus aparat Polrestabes Semarang. Pelaku ternyata masih dibawah umur, tamatan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Pelaku bernama Muhammad Khoerul Anas, 17, warga Desa Dombo RT.3 RW II, Sayung, Demak. Ditangkap aparat Polrestabes Semarang saat kembali dari pelarianya dari Kalimantan Tengah dan tiba di Bandara A Yani, Sabtu (11/11).

Selain mengamankan pelaku, petugas juga menemukan barang bukti berupa sebuah handphone Xiaomi Redmi 4A warna gold milik korban bernama Muhammad Adam Rizki W, warga Jalan Kemantren Wonosari, Ngaliyan.

Selain itu juga menyita sepeda motor Honda Vario H 4059 BY warna biru yang digunakan sebagai sarana kejahatan. Termasuk senjata tajam jenis sabit yang dipakai melukai perut korbanya saat hendak mengejar pelaku.

Aksi kejahatan pelaku berada dilokasi warung game online Razor, di Jalan Gajah Birowo Tlogosari, Kecamatan Pedurungan. Naas, aksi yang dilakukan bersama rekanya bernama Wawan terekam kamera CCTV dan video telah viral di media sosial.

Rekaman CCTV yang beredar di dalam gambar tertulis tanggal kejadian 02-11-2017 pukul 01.32.08. Tampak terlihat, pelaku membonceng rekanya bernama Wawan yang kini masih buron datang ke lokasi game online mengendarai sepeda motor Honda Vario tanpa mengenakan helm.

Kemudian pelaku turun berjalan tanpa alas kaki mengenakan jaket biru bercelana pendek mendatangi seorang pemuda yang sedang duduk di teras depan warung game online sambil bermain handphone.

Pelaku langsung mengambil senjata tajam jenis celurit dari balik jaketnya. Sajam langsung diarahkan ke korbanya sambil meminta paksa handphone korban.

Korban yang takut, terlihat pasrah menyerahkan handphone tersebut kepada pelaku.Sebelum meninggalkan korban, pelaku sempat melayangkan celurit dan mengenai perut korban. “Saya bacok karena mau dikejar,” ujar pelaku.

Korban dilarikan ke rumah sakit Panti Wiloso Citarum. Korban juga mendapat 11 jahitan di perutnya dan menjalani perawatan kurang lebih satu minggu.

Pelaku mengakui sebelum melakukan aksinya telah menenggak minuman keras jenis ciu bersama rekanya, sekitar pukul 23.00 WIB. Setelah itu, pelaku diajak rekanya melakukan kejahatan tersebut.

“Setelah minum diajak nyari HP, kebetulan lewat situ, dia (korban) mainan HP. Terus saya minta. Baru kali ini, HP nya tidak saya jual,” katanya.

Wakapolretabes Semarang AKBP Enrico Sugiarto Silalahi mengatakan, pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatanya. Diancam Pasal 368 KUHP atau Pasal 361 KUHP Pidana terkait pemerasan dengan ancaman atau pencurian dengan kekerasan.”Kami juga masih memburu rekan pelaku,” tegasnya. (mha/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here