33 C
Semarang
Sabtu, 6 Juni 2020

Peran Pejabat Pengelola Informasi Belum Optimal

Another

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

WONOSOBO – Keberadaan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kabupaten Wonosobo dinilai masih kurang optimal dalam menjalankan peran dan fungsinya. Sekretaris Dinas Komunikasi dan Infomatika Kabupaten Wonosobo Dwiyama SB selaku PPID Utama Kabupaten mengurai hasil penilaian dari Komisi Informasi Publik (KIP) Provinsi Jawa Tengah yang menyebutkan bahwa peran kelembagaan PPID di Wonosobo masuk kategori rendah.

“Ini sebagai bahan evaluasi kita bersama agar ke depan PPID Kabupaten Wonosobo bisa lebih baik lagi secara peran dan fungsi dalam upaya optimalisasi layanan informasi publik,” tegas Dwiyama di depan para PPID OPD dan kecamatan dalam rapat evaluasi PPID di Aula Diskominfo, Selasa (14/11).

Dari penilaian KIP Provinsi Jawa Tengah tersebut, Dwiyama menuturkan, ada banyak elemen dalam kelembagaan PPID yang perlu pembenahan. Seperti pemutakhiran konten website OPD, aktivasi layanan aduan masyarakat melalui media sosial, serta kelengkapan layanan infomasi.

Upaya pembenahan tersebut harus didukung penuh oleh setiap OPD dan kecamatan karena nantinya peran PPID pembantu di lingkup OPD maupun kecamatan lebih dekat dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat akan informasi. Dalam rangka itu pula, ke depan pihaknya bakal berupaya untuk lebih menguatkan serta memperluas jaringan internet, karena internet kini menjadi alat utama penyampaian aspirasi masyarakat.

“Kami juga akan melakukan optimalisasi penguasaan dan penyampaian informasi publik, membenahi website dan akun-akun media sosial, serta integrasi sistem informasi dan peningkatan SDM PPID,” bebernya. Rencana ini selaras dengan misi Dinas Kominfo untuk mewujudkan Wonosobo Smart Regency alias Kabupaten Pintar yang meliputi smart government, smart economy, smart live, smart citizen, smart environment, serta smart mobility.

Komitmen untuk memperbaiki kinerja PPID Kabupaten Wonosobo disambut positif oleh Ketua Masyarakat Peduli Pelayanan Publik (MP3) Sarwanto Priadhi. Dalam paparannya, Sarwanto yang juga pengamat kebijakan publik, berharap agar ada perbaikan tata kelola informasi pada semua badan publik agar lebih mudah, cepat dan tepat.  “Kami juga berharap agar perangkat media berbasis internet dioptimalkan agar informasi publik dapat diakses dengan lebih mudah,” jelasnya. (ali/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga terus ingat satu nasihat dari...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen sampai presiden. T.M. BAYUAJI-K. ULUM, BAYU...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat dirilis. Menurut para sahabat, yang...

More Articles Like This

Must Read

Tanam 1.000 Pohon Kopi

WONOSOBO - Gerakan menanam pohon untuk menjaga hulu Daerah Aliran (DAS) Sungai Serayu mulai tampak. Selasa (26/9) lalu, aktivis lingkungan dan warga menanam 1.000...

Warga Khawatir Longsor Susulan

BANYUMAS-Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan warga Grumbul Takom Desa Babakan Karanglewas, waswas. Sebab sekeliling permukiman mereka merupakan tebing. Terlebih beberapa hari yang lalu tebing...

Pasutri Tertabrak BRT, Seorang Tewas

SEMARANG - Kecelakaan melibatkan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang kembali terjadi. Kali ini, terjadi di Jalan Urip Sumoharjo, depan Pasar Mangkang, Semarang. Bus...

Dorong IKM Perluas Akses Pasar

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Kementerian Perindustrian RI menargetkan sebanyak 4.000 pelaku usaha skala industri kecil dan menengah (IKM) menjadi peserta e-Smart IKM. Dari jumlah tersebut, diharapkan ada...

Lecehkan Calon Karyawan, Manajer Ditangkap

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Warga dukuh Kayen desa Kalibalik Kecamatan Banyuputih Kabupaten Batang Nizam Nursalam, 33, yang bekerja sebagai manajer penyedia konstruksi di wilayah Kecamatan...

Tunggu Penataan

Berdampingan dengan proyek pembangunan pusat kuliner di Jalan dr Sutomo, sebagian kawasan Kampung Pelangi di Wonosari, Kota Semarang tampak belum tertata. Pemkot Semarang akan...