Pengelola Museum Dunia Kunjungi OHD

89
PENGELOLA MUSEUM : dr Oei Hong Djien memberikan penjelasan kepada 48 wisatawan mancanegara yang berkesempatan berkunjung ke museum OHD Kota Magelang, Selasa (14/11). (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)
PENGELOLA MUSEUM : dr Oei Hong Djien memberikan penjelasan kepada 48 wisatawan mancanegara yang berkesempatan berkunjung ke museum OHD Kota Magelang, Selasa (14/11). (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)

MAGELANG – Sekitar 48 wisatawan mancanegara dari 25 negara, Selasa (14/11), mengunjungi Museum Oei Hong Djien (OHD) di Jalan Jenggolo Magelang. Rombongan tersebut bukan wisatawan biasa tetapi para direktur, pengelola, dan kurator museum di negaranya masing-masing.

Pemilik OHD Museum, dr Oei Hong Djien menjelaskan, para tamu ini merupakan peserta The 2017 Annual Conference of the International Committee for Museums and Collections of Modern Art (CIMAM) di Singapura. Ia juga menjadi peserta konferensi yang baru pertama kali diadakan di Asia Tenggara ini.

“CIMAM merupakan konferensi bergengsi bagi para pengelola, direktur, dan kurator museum di dunia. CIMAM pertama diadakan di Den Haag Belanda tahun 1962, dan baru pertama kali diadakan di Asia Tenggara dengan Singapura sebagai tuan rumah,” kata Oei.

Wisatawan mancanegara yang datang ke OHD Museum berasal dari Amerika Serikat, Meksiko, Argentina, Inggris, Jerman, Prancis, Belanda, Belgia, Spanyol, Ukraina, Rusia, dan lainnya.

“Mayoritas dari Eropa dan kegiatan CIMAM sendiri paling sering diadakan di Eropa. Maka, kehormatan bagi kita, Indonesia, khususnya Magelang, dapat dikunjungi mereka. Mereka adalah orang-orang yang sangat mengapresiasi karya seni,” jelas Oei.

Para tamu tersebut di antaranya Direktur Program Internasional Museum of Modern Art (MoMA) New York City Amerika Serikat Jay A Levenson, dan Direktur Museum of Contemporary Art Sidney Australia Elizabeth Ann Macgregor yang juga Presiden CIMAM. Selama sekitar satu jam, para tamu diajak berkeliling dan melihat aneka koleksi museum. Kebetulan di museum OHD masih berlangsung pameran seni rupa bertajuk “Linkage”. Ada sekitar 50 karya seni rupa yang dipamerkan.

“Ini kesempatan kita untuk mempromosikan Indonesia dan Magelang ke dunia. Khususnya wisata museum yang di Magelang terdapat cukup banyak museum dengan beragam koleksi dari seni rupa, kriya, hingga benda-benda bersejarah,” kata Oei. (cr3/ton)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here