33 C
Semarang
Senin, 1 Juni 2020

Mahasiswa Tewas Tertimbun Longsor

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

UNGARAN – Sebuah talut setinggi lima meter jebol dan menimpa asrama mahasiswa Teologia Sangkakala di Desa Sumogawe di Kecamatan Getasan. Akibat peristiwa tersebut satu orang meninggal dunia dan dua orang mengalami luka-luka.

Camat Getasan, Gustomo Hartanto mengatakan jika jebolnya talut sudah terjadi sejak Senin (13/11) tengah malam. Hal itu disebabkan tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari ini.

“Talut yang jebol ini menyangga gedung serbaguna di atasnya yang masih dalam tahap pembangunan,” katanya, Selasa (14/11). Selain karena hujan, jebolnya talut diduga disebabkan kesalahan konstruksi bangunan.

Dugaan adanya kesalahan konstruksi bangunan mencuat setelah pihaknya melihat posisi talut terlalu tinggi. Selain itu besi beton untuk talut juga terlalu kecil, sehingga cuma menumpang.

“Bangunan (talut) tidak pakai cakar ayam, mungkin tidak dikasih ventilasi untuk pembuangan air jadi tidak kuat menahan beban air dan tanah itu mengakibatkan longsor,” katanya.

Akibatnya seorang mahasiswi bernama Resy, yang berasal dari Kalimantan Tengah tewas akibat tertimpa reruntuhan. Selain korban meninggal, dua orang mengalami luka-luka yang saat ini mereka dirawat di rumah sakit.

Hingga Selasa (14/11) siang, posisi korban meninggal masih terjebak di dalam reruntuhan. Karena banyaknya material reruntuhan, proses evakuasi korban harus menggunakan alat berat. Selain warga dan pihak kepolisian, proses evakuasi juga melibatkan beberapa anggota TNI.

Evakuasi manual tidak memungkinkan karena posisi talud masih membahayakan. Sementara itu asrama mahasiswa dikosongkan dan seluruh mahasiswa dipindahkan ke ruang kelas dan aula.

Dari hasil olah TKP sementara pihak Polres Semarang, diduga ada unsur kelalaian dalam proses pembangunan talud tersebut. Saat olah TKP tersebut petugas dari Satreskrim Polres Semarang melakukan pengukuran spesisifikasi bangunan talut.

“Petugas masih menyelidiki dan mengumpulkan bukti-bukti terkait,” ujar Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Yusi Andi Sukmana. Dikatakan Yusi, saat evakuasi satu korban meninggal dunia masih tertimbun di reruntuhan bangunan.

Talut tersebut memiliki panjang hingga seratus meter dan tinggi lima meter. Petugas, lanjutnya, masih menyelidiki adanya unsur kelalaian yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang akibat jebolnya talud tersebut. (ewb/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

170 Atlet Ikut Ambil Bagian

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN - Tak kurang 170 atlet bulutangkis Kabupaten Semarang ikut meramaikan gelaran Djarum Foundation Kejurkab Arista Cup II Th 2017 Se-Kab Semarang, yang...

​31 Rumah Terendam Banjir

KENDAL—Hujan yang mengguyur Kendal, Minggu malam (15/1) kemarin, menyebabkan 31 rumah warga dan belasan hektare sawah di Desa Sojomerto, Kecamatan Gemuh diterjang banjir 50-70...

Reading Tracing Optimalkan Penilaian Diri Siswa Pada Bahasa Jawa

RADARSEMARANG.COM - MEMBACA adalah langkah terpenting dalam setiap memulai suatu kegiatan khususnya belajar. Hal ini dapat dikaitkan dengan kisah Rasulullah SAW ketika mendapatkan wahyu...

Seniman Suara Yang Memperjelas Visi Radio

Semakin berkembangnya peradaban, peran media massa dituntut untuk berdiri pada posisi yang dibutuhkan masyarakat, terlebih media elektronik seperti Radio. Jika tidak mengarahkan visi secara...

Miras Ciplas Makin Marak

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Konsumsi minuman keras (miras) di wilayah Kabupaten Demak dari tahun ke tahun makin meningkat. Bahkan, tidak hanya miras kemasan dalam botol...

Tol Soker Siap Dilalui Pemudik

RADARSEMARANG.COM, SOLO - Memasuki pekan kedua Ramadan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) memastikan kesiapan menjelang arus mudik dan balik Lebaran. Sejumlah fasilitas pun...