Mahasiswa Tewas Tertimbun Longsor

209
RUNTUH: Bagian talud sepanjang 100 meter dan tinggi 5 meter yang berdiri di belakang kampus Teologia Sangkakala Desa Sumogawe Kecamatan Getasan jebol. Mengakibatkan satu orang meninggal dan dua luka-luka. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RUNTUH: Bagian talud sepanjang 100 meter dan tinggi 5 meter yang berdiri di belakang kampus Teologia Sangkakala Desa Sumogawe Kecamatan Getasan jebol. Mengakibatkan satu orang meninggal dan dua luka-luka. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN – Sebuah talut setinggi lima meter jebol dan menimpa asrama mahasiswa Teologia Sangkakala di Desa Sumogawe di Kecamatan Getasan. Akibat peristiwa tersebut satu orang meninggal dunia dan dua orang mengalami luka-luka.

Camat Getasan, Gustomo Hartanto mengatakan jika jebolnya talut sudah terjadi sejak Senin (13/11) tengah malam. Hal itu disebabkan tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari ini.

“Talut yang jebol ini menyangga gedung serbaguna di atasnya yang masih dalam tahap pembangunan,” katanya, Selasa (14/11). Selain karena hujan, jebolnya talut diduga disebabkan kesalahan konstruksi bangunan.

Dugaan adanya kesalahan konstruksi bangunan mencuat setelah pihaknya melihat posisi talut terlalu tinggi. Selain itu besi beton untuk talut juga terlalu kecil, sehingga cuma menumpang.

“Bangunan (talut) tidak pakai cakar ayam, mungkin tidak dikasih ventilasi untuk pembuangan air jadi tidak kuat menahan beban air dan tanah itu mengakibatkan longsor,” katanya.

Akibatnya seorang mahasiswi bernama Resy, yang berasal dari Kalimantan Tengah tewas akibat tertimpa reruntuhan. Selain korban meninggal, dua orang mengalami luka-luka yang saat ini mereka dirawat di rumah sakit.

Hingga Selasa (14/11) siang, posisi korban meninggal masih terjebak di dalam reruntuhan. Karena banyaknya material reruntuhan, proses evakuasi korban harus menggunakan alat berat. Selain warga dan pihak kepolisian, proses evakuasi juga melibatkan beberapa anggota TNI.

Evakuasi manual tidak memungkinkan karena posisi talud masih membahayakan. Sementara itu asrama mahasiswa dikosongkan dan seluruh mahasiswa dipindahkan ke ruang kelas dan aula.

Dari hasil olah TKP sementara pihak Polres Semarang, diduga ada unsur kelalaian dalam proses pembangunan talud tersebut. Saat olah TKP tersebut petugas dari Satreskrim Polres Semarang melakukan pengukuran spesisifikasi bangunan talut.

“Petugas masih menyelidiki dan mengumpulkan bukti-bukti terkait,” ujar Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Yusi Andi Sukmana. Dikatakan Yusi, saat evakuasi satu korban meninggal dunia masih tertimbun di reruntuhan bangunan.

Talut tersebut memiliki panjang hingga seratus meter dan tinggi lima meter. Petugas, lanjutnya, masih menyelidiki adanya unsur kelalaian yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang akibat jebolnya talud tersebut. (ewb/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here