Longsor Timbun Rumah Warga

89
KERJA BAKTI: Anggota Polsek Sawangan, Polsek Dukun bersama masyarakat, relawan dan BPBD Kabupaten Magelang membersihkan longsoran di Dusun Swanting Desa Banyuroto, Selasa (14/11). (DOK POLSEK SAWANGAN)
KERJA BAKTI: Anggota Polsek Sawangan, Polsek Dukun bersama masyarakat, relawan dan BPBD Kabupaten Magelang membersihkan longsoran di Dusun Swanting Desa Banyuroto, Selasa (14/11). (DOK POLSEK SAWANGAN)

MUNGKID—Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan bencana longsor. Salah satunya di Dusun Kemutuk, Desa Kemutuk, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang pada Senin (13/11) malam. Tanah longsor menimbun rumah milik Maesaroh, 32, warga Dusun Kemutuk.

Saat longsor terjadi, Maesaroh sedang bersama suaminya, Muhammad Afif, memindahkan kursi pada pukul 18.30. Seketika itu, terdengar suara gemuruh dari talut yang berada di bagian samping atas rumahnya. “Suami saya juga sempat berteriak petir, tetapi ternyata longsor,” ucap Maesaroh, Selasa (14/11) kemarin. Khawatir terkena longsor susulan, keluarga Maesaroh mengungsi ke rumah orang tuanya, tak jauh dari lokasi longsor.

Maesaroh menjelaskan, kerusakan akibat tertimbun material longsoran cukup parah. Selain tembok rumah retak, kaca-kaca di samping rumah juga pecah. “Tiang penyangga rumah juga ambruk.” Tanah yang longsor berketinggian 3 meter, panjang 10 meter, dan ketebalan sekitar 2 meter. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang bersama Polsek Tempuran, serta Tim SAR, melakukan evakuasi di lokasi longsor.

Di Dusun Swanting Desa Banyuroto Kecamatan Sawangan Magelang, jalan menuju puncak Gunung Merbabu tertimbun longsoran tanah tebing setinggi 25 meter. Kapolsek Sawangan AKP Margito menjelaskan, longsor terjadi Senin (13/11) sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu kondisi sedang hujan lebat.

Selasa (14/11), personel Polsek Sawangan, Polsek Dukun bersama masyarakat, relawan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang membersihkan longsoran agar jalan bisa dilalui kembali. “Warga masyarakat diimbau untuk tetap mewaspadai dengan adanya longsoran susulan mengingat tanah di sekitar lereng gunung sangat labil dan mudah longsor bila tergerus air,” jelas Margito.

Terpisah, di Purworejo, hujan deras menyebabkan rumah warga RT 01/RW 07, Desa Jelok, Kecamatan Kaligesing, terancam longsor. Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Purworejo, Sigit Ahmad Basuki mengatakan, longsor mengancam rumah bagian belakang atau dapur milik Sukamto, mantan Kades Jelok. Tanah setempat terancam lantaran gerusan arus Sungai Mongo DAS Bogowonto.

“Kejadian sekitar pukul 16.30. Untuk sementara pemilik rumah hanya pindah ke rumah bagian depan,” kata Sigit, Selasa (14/11) kemarin.

Sigit menyampaikan, retakan tanah juga terjadi di Desa Jelok, Padukuhan Gambasan RT 01/RW 04. Retakan sepanjang 30 meter. Tanah yang bergeser sekitar 15-30 cm dan lebar retakan sekitar 15 cm. Sejumlah rumah warga yang berada di bawah retakan, terancam. (jpg/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here