Konsumen Diharap Beralih ke BBM Oktan 92

131

SEMARANG – Konsumen pengguna Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan Oktan 88 diharapkan mulai beralih ke BBM dengan Oktan 92. Peralihan tersebut terkait dengan mutu emisi gas buang serta produsen kendaraan yang mulai memproduksi mesin dengan teknologi yang membutuhan BBM minimal Oktan 92.

External Communication Manager Pertamina, Arya Dwi Paramita mengatakan, terkait dengan BBM RON 88 setidaknya ada dua perspektif yang bisa digunakan. Pertama dari sisi regulasi, kedua dari sisi penggunaan.

Dari sisi regulasi, pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah menerbitkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) No.20 Tahun 2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, Kategori N, Dan Kategori O, maka mulai tahun 2018 Pemerintah Indonesia menetapkan BBM EURO tipe 4 secara bertahap hingga 2021.

“Artinya, penggunaan Oktan 88 sebenarnya sudah tidak dimungkinkan berdasarkan regulasi ini, karena BBM Oktan 88 tidak sesuai dengan Euro 4,” ujarnya, kemarin.

Selanjutnya dari sisi penggunaan atau mesin kendaraan bermotor. Saat ini produsen kendaraan bermotor sudah memproduksi mesin dengan teknologi yang membutuhkan BBM minimal Oktan 92. Dengan demikian, penggunaan Oktan 88 pada kendaraan bermotor sudah tidak sesuai dengan kebutuhan mesin kendaraan dan baku mutu yang ditetapkan.

“Dengan demikian, konsumen sebaiknya tidak lagi menggunakan Oktan 88 dan mulai beralih ke Oktan 92,”ujarnya.

Produk Pertamax Oktan 92 memiliki keunggulan yakni proses pembakaran lebih sempurna sehingga menghasilkan tenaga yang lebih besar, membuat ruang bakar lebih bersih, untuk mesin Injeksi perawatan akan lebih mudah karena lubang intake lebih bersih dibanding menggunakan premium, kompresi yang sempurna akan membuat suara mesin menjadi lebih halus, dan gas buang lebih ramah lingkungan karena tidak mengandung timbal.

Ia menambahkan, untuk memenuhi aturan tersebut, pihaknya harus menghasilkan BBM standar EURO 4 minimal secara bertahap. Saat ini beberapa kilang Pertamina sudah bisa memproduksi BBM High Quality setara EURO IV. Pertamina di tahun 2017 telah menghasilkan BBM rendah sulfur sesuai standar EURO 4.  Diantaranya Pertamax Turbo  dan Pertamax dari RU VI Balongan, Pertamax  di RU IV Cilacap, serta Pertamina Dex di RU II Dumai dan RU V Balikpapan.

“Tidak berhenti di situ, kami melakukan program Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Pertamina Balikpapan, Cilacap dan Balongan salah satunya menjadi jawaban untuk memenuhi aturan tersebut. Bahkan jika program RDMP tuntas, rencananya Kilang Pertamina akan menghasilkan produk BBM dengan standar EURO 5,” ujarnya. (dna/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here