Komitmen Entaskan Kemiskinan

Desa Getasan, Kecamatan Getasan

88
FOTO BERSAMA: Kades Getasan (tengah) berfoto bersama perangkat desa di halaman kantor kepala desa Getasan
FOTO BERSAMA: Kades Getasan (tengah) berfoto bersama perangkat desa di halaman kantor kepala desa Getasan

GETASAN – Sebagai Ibu Kota Kecamatan, Desa Getasan optimistis untuk bisa menjadi Desa yang mandiri. Berbagai upaya dilakukan oleh Pemerintah Desa untuk membuat kesejahteraan warga semakin meningkat.

Kepala Desa Getasan, Widodo mengatakan salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mendorong warga untuk lebih mandiri melalui usaha. Caranya, dengan memberikan modal usaha berupa pinjaman sapi dengan sistem bagi hasil.

“Pemerintah Desa harus mengetahui kemampuan dari warga. Karena mereka rata-rata adalah petani dan peternak, maka kami beri bantuan berupa modal usaha sapi. Nanti ketika sudah beranak, mereka mengembalikan 1,5 anak kepada Pemerintah Desa,” cerita Kades yang ramah ini saat menerima kedatangan Jawa Pos Radar Semarang.

Kades Getasan : Widodo. (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
Kades Getasan : Widodo. (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

Dengan meminjamkan modal berupa sapi ini, Pemerintah Desa berharap warga bisa terpancing untuk ‘obah’. Sehingga, mereka bisa meningkatkan pendapatan untuk mencukupi kebutuhan hidup. “Dalam memberikan bantuan, kita juga harus mengetahui kebutuhan mereka. Jangan sampai kita memberikan bantuan tapi tidak sesuai kebutuhan mereka,” ujar Widodo.

Dengan sapi yang dipinjamkan ini, selain bisa memiliki sapi indukan ketika sudah mengembalikan anakan ke Pemerintah Desa, warga juga bisa menghasilkan susu perahan setiap harinya. Selanjutnya, susu yang dihasilkan ini dapat dijual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Susunya saja, setiap hari bisa digunakan untuk membeli pakan dan untuk memenuhi kebutuhan. Dari sini kami berharap warga bisa lebih mandiri. Jadi kami tidak memberikan bantuan yang dalam bentuk uang, tapi kami bantu mereka untuk mau bekerja,” jelas Widodo.

Sementara itu, peningkatan perekonomian dari bidang pertanian dilakukan Pemerintah Desa Getasan melalui pembangunan infrastruktur pertanian. Pembangunan yang sudah dilakukan adalah pembangunan jalut dan jitut untuk memperlancar kegiatan pertanian. “Dengan perbaikan akses ini setidaknya selain bisa memperlancar kegiatan, juga bisa memotong pengeluaran para petani,” kata dia.

Supaya bisa mendorong warga untuk dapat maju bersama, Widodo selalu melakukan pendekatan dengan warganya. Salah satu bukti keberhasilan dari pendekatan yang dilakukan adalah ketika dia mampu menyulap lahan di depan Kantor Kepala Desa yang sebelumnya digunakan untuk berjualan dengan tenda menjadi ruko yang lebih tertata rapi.

“Awalnya di situ banyak sampah. Ada lahan sekitar 6 meter itu kami gunakan untuk membangun toko yang lebih rapi dan tertata. Yang bawah untuk berjualan makanan anak-anak sekolah, yang atas untuk berjualan kebutuhan sehari-hari,” kata dia.

Seperti di daerah lain, dirinya juga mendapat penolakan dari para pedagang kala itu. Namun dengan cara komunikasi yang tepat, ia berhasil membangun toko yang ke depan rencananya juga akan dimanfaatkan untuk men-display produk umkm warga. “Yang jualan di situ harus warga Getasan. Karena memang tujuannya untuk meningkatkan perekonomian warga sini,” kata pria asli Getasan itu.

Ke depan, Widodo berharap Getasan sebagai ibu Kota kecamatan yang letaknya ada di tengah-tengah bisa menjadi Desa yang mandiri dalam hal perekonomian. (cr4/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here