Disidak UPP, Kantor Desa Sepi

96
CEK LAPANGAN: Tim Unit Pemberantasan Pungli (UPP) Kabupaten Kebumen mendatangi Balai Desa Sitiadi Kecamatan Puring untuk mengecek laporan adanya dugaan pungli. (DOK HUMAS POLRES KEBUMEN)
CEK LAPANGAN: Tim Unit Pemberantasan Pungli (UPP) Kabupaten Kebumen mendatangi Balai Desa Sitiadi Kecamatan Puring untuk mengecek laporan adanya dugaan pungli. (DOK HUMAS POLRES KEBUMEN)

KEBUMEN – Tim Unit Pemberantasan Pungli (UPP) Kabupaten Kebumen, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah desa yang dilaporkan menarik pungutan di luar ketentuan terhadap layanan pengurusan sertifikat tanah Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona), Senin (13/11). Wakapolres Kebumen Kompol Cristian Aer selaku Ketua Tim UPP Kabupaten Kebumen mengatakan, sidak tersebut dilakukan setelah pihaknya menerima banyak laporan dari masyarakat adanya pungutan di luar ketentuan.

“Kita cek di lapangan kebenarannya seperti apa,” kata Cristian di Kantor Inspektorat Kebumen.

Ada 3 tim yang diturunkan untuk mengecek laporan warga. Tim I yang dipimpin Kabag Ops Polres Kebumen Kompol Suyatno mendatangi Balai Desa Sitiadi Kecamatan Puring dan Desa Tanjungsari Kecamatan Petanahan. Tim ini terdiri Asisten I Sekda Kebumen Sabar Irianto, Kabag Hukum Setda Kebumen Amin Rahmanurasjid, Kabid Penegakan Perda dan Peraturan Kepala Daerah Satpol PP Kebumen Sugiti Edi Prayitno dan sejumlah unsur lainnya.

Saat tiba di Balai Desa Sitiadi, sekitar pukul 09.15 WIB, rombongan terkejut karena kantor desa belum buka melayani masyarakat. Padahal sejak pukul 08.00 WIB, sudah ada warga yang akan mengurus dokumen kependudukan.

Mularsih misalnya, baru mendapatkan layanan dari perangkat desa setempat pada pukul 09.30 WIB setelah, rombongan pemberantas pungli datang.

Kadus III Desa Sitiadi Lehan menjelaskan, kantor desa setempat biasa buka melayani masyarakat pukul 08.30 WIB. Namun karena hujan, perangkat desa baru mulai datang pukul 09.30 WIB.

Setiap harinya, kata Lehan, Kantor Desa Sitiadi membuka layanan mulai pukul 08.30 hingga 13.00 WIB. “Kita lima hari kerja Senin sampai Sabtu,” ujar Lehan.

Tim UPP juga harus bersabar karena harus menunggu para perangkat desa setempat yang belum datang. Termasuk Pj Kepala Desa, yang menurut informasi masih berada di kantor Kecamatan Puring. Baru sekitar pukul 10.00 WIB, para perangkat mulai berdatangan. (jpg/ton)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here