Disembelih, Ayam Tak Mati

114
UNIK : Budi Santoso menunjukkan ayamnya yang tidak mati meski sudah disembelih. (JPNN)
UNIK : Budi Santoso menunjukkan ayamnya yang tidak mati meski sudah disembelih. (JPNN)

PEKALONGAN – Peristiwa unik terjadi pada seekor ayam milik warga Desa Kaibahan, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, baru-baru ini. Ayam milik Budi Santoso, 34 masih berdiri kokoh dan tidak mati-mati, meskipun sudah disembelih untuk kepentingan hajatan. Bahkan, pemotongan tersebut sudah dilakukan sejak sepekan terakhir, tepatnya Selasa pekan lalu.

Sepintas, ayam jago milik Budi ini tampak normal-normal saja. Ayam ini masih bisa beraktivitas seperti biasanya. Mulai makan, minum hingga berlari. Namun, ada garis bekas parang di lehernya.

Budi Santoso mengatakan, satu dari empat ayamnya yang seharusnya dijadikan menu dalam acara keluarga untuk hajat pernikahan, kini masih hidup. Padahal ayam tersebut sudah disembelih.  “Sejak serahan ayam besan ke keluarga besar Budi Santoso, pada Selasa pekan lalu, satu ayam tidak mati-mati setelah dilakukan pemotongan. Sedangkan tiga ayam lainnya mati dalam sekali potong,” jelas Budi, Selasa (14/11).

Dia menerangkan, ayam unik ini padahal menjadi urutan pertama saat dilakukan pemotongan. “Tapi, tiga ayam lainnya justru mati duluan. Sedang yang ini masih hidup sampai sekarang. Walaupun sudah berjalan waktu hampir seminggu ini,” kata dia sambil menunjuk ayam tersebut.

“Ini ayam pemberian dari Watugajah. Meski sudah dipotong, ayam ini masih terlihat sehat seperti biasanya, jalan-jalan makan dan minum, tapi ya keluar lagi dari tenggorokannya yang putus itu,” kata Budi.

Kesaksian pemotongan ayam unik pun dikatakan oleh Ciswoyo, petugas potong ayam di Dusun setempat. Dari empat ayam, ia mengaku masih ingat bahwa ayam unik ini adalah yang pertama kali dipotong. Uniknya, ketiga ayam justru mati duluan, sedangkan satu ayam tersebut belum juga mati.

Menurutnya, tidak ada masalah pada pisau yang ia gunakan dalam memotong ayam. “Semua ayam sekali potong, mati. Ini potongan yang pertama belum mati. Pisaunya masih (tajam). kita sudah memenuh syarat dan sudah dibiarkan supaya matinya karena tinggal tulangnya tok di leher,” paparnya.

Peristiwa unik tersebut mendapat tanggapan dari pihak dokter hewan Kabupaten Pekalongan, Mutasin Billah. Menurut Mutasin, kejadian ayam yang sudah dipotong namun sampai beberapa hari belum mati kemungkinan dikarenakan saat proses pemotongan belum sempurna.

“Dalam artian harusnya tiga saluran yang dipotong, mungkin saja pembuluh darahnya tidak terpotong sempurna, sehingga ayam masih bisa bertahan walaupun kerongkongan terpotong. Hal ini memang jarang dijumpai. Namun demikian, ayam ini dengan sendirinya akan mati karena asupan makan yang tidak ada,” tandasnya. (yan/jpnn/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here