Bupati Asip Desak Disparitas antar Puskesmas Dihilangkan 

225
TINGKATKAN LAYANAN KESEHATAN : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi bercengkerama dengan para pelajar dalam acara Hari Kesehatan Nasional (HKN) di Alun-alun Kajen, kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
TINGKATKAN LAYANAN KESEHATAN : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi bercengkerama dengan para pelajar dalam acara Hari Kesehatan Nasional (HKN) di Alun-alun Kajen, kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)

KAJEN – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-53, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, meminta kepada jajaran kesehatan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Khususnya Puskesmas sebagai ujung tombak dalam melayani kesehatan masyarakat, baik di daerah maupun perkotaan.

Dia meminta tidak ada lagi disparitas atau jenjang pelayanan kesehatan antara daerah pegunungan dan perkotaan. Mengingat semua sarana prasarana yang ada di Puskesmas sama, tidak ada perbedaan. Maka pelayanan kesehatan kepada masyarakat pun, hendaknya demikian tidak ada jenjang perbedaan.

Bupati Asip, Selasa (14/11) menuturkan HKN ke-53, hendaknya dijadikan sebagai momentum untuk bekerja keras, bekerja lebih ikhlas, bekerja lebih cerdas lagi untuk melayani masyarakat.

Menurutnya sudah tidak zamannya lagi, pejabat atau pegawai minta dilayani masyarakat. Namun sebaliknya pejabat atau pegawai adalah abdi masyarakat, yang harus melayani masyarakat sebaik mungkin. “Tolong semangat melayani ini kita tingkatkan, yang kemarin-kemarin judes-judes ayo kita tinggalkan diganti yang ramah-ramah. Yang kemarin mahal senyum ayo kita umbar senyum, dimana-mana kita harus tersenyum untuk melayani masyarakat. Karena saya sudah menandatangani SK insentif khusus bagi petugas kesehatan yakni dokter dan perawat yang bertugas di wilayah atas,” tuturnya.

Bupati Asip juga menegaskan untuk seluruh Puskesmas, saat ini sarana-prasarananya sudah memadai. Maka sudah seharusnya dikelola dengan baik dan profesional, serta bersungguh-sungguh.

Menurutnya sudah saatnya Puskesmas menjadi kebanggaan masyarakat, dengan sarana dan prasarana yang bagus dan komplet, diimbangi dengan pelayanan yang prima, serta meminimalisir keluhan masyarakat akan buruknya pelayanan di Puskesmas. “Saya tahu persis apa yang terjadi di Puskesmas. Silahkan kembangkan dengan baik, tetapi kompensasi yang saya minta hanya satu yaitu tolong jangan ada lagi komplain dari masyarakat, jangan diputus akses masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai,” tegas Bupati.

Dia juga menandaskan agar disparitas antar Puskesmas untuk dihilangkan, sehingga tidak ada lagi perbedayaan pelayanan antar Puskesmas. Seperti Puskesmas Petungkriyono pelayanannya harus sama dengan Puskesmas Wonopringgo, dan Kedungwuni.

Demikian juga untuk  Puskesmas Kandangserang, Puskesmas Pembantu yang ada di Desa Bodas, sama pelayanannya dengan yang ada di daerah perkotaan. “Kepala Dinas Kesehatan saya ingatkan, bidan-bidan desa yang pernah saya lantik dari PTT menjadi PNS, kalau mengeluh tidak mau bekerja, dengan terpaksa saya pindah ke Nusakambangan, karena disana masih butuh bidan. Dan jangan sampai lagi bidan desa tidak berada di desa tersebut,” tandasnya. (thd/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here