Ancam Polisi dengan Pisau

Orang Gila Minta Helm

86
TKP: Pos Polisi Plaza di Jalan Ahmad Yani Wonosobo. Di lokasi ini, seorang orang gila minta helm dengan cara mengancam polisi, Selasa (14/11). (IST)
TKP: Pos Polisi Plaza di Jalan Ahmad Yani Wonosobo. Di lokasi ini, seorang orang gila minta helm dengan cara mengancam polisi, Selasa (14/11). (IST)

WONOSOBO – Suasana di pos polisi Plaza Wonosobo, Selasa (14/11) sekitar 14.15 WIB mendadak gempar. Seorang pria tiba-tiba menerobos masuk pos sambil mengacungkan pisau kepada anggota Satlantas Polres Wonosobo yang berjaga di pos.

Pria yang kemudian diketahui berinisial DK, 27, warga Desa Reco Kecamatan Kertek itu berteriak-teriak sambil mengacungkan pisau. Ia meminta helm pada polisi. Tak ada yang terluka dalam kejadian ini.

“Setelah diberi helm sembarang oleh salah seorang petugas, pelaku kemudian pergi,” kata Kapolres Wonosobo AKBP Muhammad Ridwan.

Pelaku akhirnya ditangkap petugas Satreskrim dan Satlantas Polres Wonosobo di depan Hotel Surya Asia Wonosobo tanpa perlawanan. “Pelaku sekarang diamankan di Mapolres Wonosobo untuk dilakukan penyidikan,” lanjut Ridwan.

Polisi masih memeriksa motif penyerangan tersebut. Namun pelaku diduga mengalami gangguan kejiwaan. Polisi sudah mendatangi rumah pelaku dan memeriksa sejumlah saksi.

“Mereka menyatakan yang bersangkutan gila. Bahkan dari pihak keluarga juga membenarkan dan menyatakan pelaku ini pernah dirawat di RSJ Magelang. Namun untuk lebih jelasnya, kami masih menunggu keterangan dari dokter kejiwaan,” terangnya.

Kapolres juga menegaskan, tidak ditemukan motif lain dalam penyerangan ini. Kejadian ini tak terindikasi sebagai aksi teror. “Kejadian penyerangan ini murni dilakukan oleh pelaku yang kurang waras. Dan Alhamdulillah tidak ada yang terluka dalam kejadian ini baik petugas kami maupun warga yang ada di sekitar lokasi.”

Terpisah, Kapolres Temanggung AKBP Maesa Soegriwo memerintahkan seluruh anggotanya untuk meningkatkan kewaspadaan. Kondisi ini menyusul peristiwa pembakaran Mapolres Dharmasyara Sumatera Barat oleh 2 orang yang diduga pelaku teror, Minggu (12/11) dinihari. Dari kedua pelaku yang berhasil dilumpuhkan, polisi mengamankan busur panah, 8 anak panah, 2 buah sangkur, sebilah pisau kecil, sarung tangan hitam, dan selembar kertas yang berisikan pesan jihad.

“Tingkatkan kewaspadaan dalam bertugas, khususnya saat jaga Mako,” kata Maesa kepada personel Polres Temanggung. Seluruh anggota harus mengantisipasi peristiwa serupa terjadi di Temanggung. (ali/jpg/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here