Adopsi Mobil Sport, Raih Best Aesthetic Design

R-Cheetah, Mobil Energi Listrik Karya Mahasiswa Unissula

141
HEMAT ENERGI: R-Cheetah, mobil energi listrik karya mahasiswa Unissula saat dilakukan test drive, kemarin. (NUR WAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HEMAT ENERGI: R-Cheetah, mobil energi listrik karya mahasiswa Unissula saat dilakukan test drive, kemarin. (NUR WAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Tujuh mahasiswa Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) yang tergabung dalam Tim MRT atau Molex Renewable Team berhasil menciptakan mobil listrik hemat energi.  Mobil yang desain seperti mobil sport tersebut dinamakan R-Cheetah. Seperti apa?

NUR WAHIDI

MOBIL listrik  karya mahasiswa Unissula tersebut baru saja memenangkan Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2017 kategori Best Aesthetic Design di kampus ITS Surabaya. Mobil hemat energi itu itu dibuat oleh  tujuh mahasiswa jurusan teknik industri dan elektro Fakultas Teknologi Industri (FTI). Mereka adalah Bagas Pratama Putra,  Annisa Ayu R, Ikhsan Maulana, Isyhad KR, Rizki M , Dicky A, dan Anwarrur R.

Manajer Tim MRT, Bagas Pratama Putra, menjelaskan, mobil R-Cheetah itu dibuat memakan waktu sekitar 7 bulan. Dimulai dari menyusun kerangka, fokus pada body, pelistrikan, pemasangan motor penggerak, dan uji test drive.

Menurut Bagas, mobil energi listrik ini didesain menggunakan bahan dari  plat besi galvanis dengan ukuran 130 sentimeter x 150 sentimeter. Ukuran mobil yang tak seberapa besar dengan bahan material yang ringan menjadikannya dapat melaju tanpa boros energi listrik.

‘’Untuk rangka mobil, kami pilih  plat baja. Ternyata dengan menggunakan plat baja membuat mobil berjalan bagus,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Bagas mengaku sempat kesulitan dalam membuat konsep mobil listrik tersebut. Ia butuh waktu lama, sebelum menemukan konsep dengan mengadopsi dari mobil sport. “Kami mendesain mobil ini dengan mengadopsi mobil sport Lamborgini,” ujarnya.

Menurut Annisa Ayu R sebagai driver , awalnya dia tidak percaya mobil karyanya bisa terpilih  untuk kategori Best Aesthetic Design. Sebab, desain mobil dari peserta lain tak kalah bagusnya. Rata-rata mobil kompetitor menggunakan bahan fiber sehingga ringan. Namun kenyataannya ketika mobil itu dites drive  dengan melaju agak kencang, banyak yang mesinnya bermasalah. Sehingga harus berhenti dan tidak bisa melanjutkan pengetesan. Sebaliknya, ketika mobil R-Cheetah dites, melaju tidak masalah, dan jalannya juga berimbang tidak berat sebelah.

“Karena banyak mobil ketika dicoba oleh juri  belum sampai finish sudah tidak mampu jalan, karena masalah kelistrikannnya. Jarak pengujian sekitar 11 km ,” katanya.

Annisa menambahkan, keunggulan dari R-Cheetah dibandingkan yang lain adalah desain nyentrik pada bodi karena bentuknya seperti mobil sport. “Mobil peserta lainnya masuk dalam kategori mobil modern dan modelnya seperti era planet UFO. Sedangkan mobil kami sederhana tapi nyentrik,” ucapnya.

Dekan Fakultas Teknologi Industri Unissula, Dr Sri Arttini, mengatakan, dalam kontes mobil hemat energi itu diikuti peserta dari 86 PTN dan PTS se-Indonesia. Kontes terbagi dalam dua kelompok, yakni kelompok urban yang diikuti 40 peserta, serta kelompok  prototipe yang diikuti 46 peserta.

“Tim Unissula masuk dan kategori mobil urban. Alhamdulillah mobil karya mahasiswa kami meraih juara kategori desain dan estika terbaik,” katanya.

Diakui, kegiatan tersebut baru kali pertama diikuti. Untuk seleksinya, dimulai saat tim Unissula mengajukan desk evaluation atau mengajukan proposal kepada panitia KMHE Kemenristek Dikti. Setelah itu, ada seleksi tahap kedua, yakni progres.

“Pada tahap kedua itu sudah dilengkapi foto-fotonya. Tahun lalu, tim Unissula belum berhasil  pada tahap progres itu. Tetapi pada tahun ini bisa menjadi juara,” ujarnya bangga. (*/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here