Sepuluh Puskesmas Layani Tes IVA

133
TES IVA: Bupati Semarang Mundjirin saat apel peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) tingkat Kabupaten Semarang di lapangan Palagan Ambarawa, kemarin. (FOTO: EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TES IVA: Bupati Semarang Mundjirin saat apel peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) tingkat Kabupaten Semarang di lapangan Palagan Ambarawa, kemarin. (FOTO: EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN – Sebanyak sepuluh puskesmas di Kabupaten Semarang disiapkan untuk melayani tes Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA). Hal tersebut untuk mencegah berkembangnya kanker mulut rahim (serviks).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Mas Dady Dharmadi mengatakan saat ini data Yayasan Kanker Indonesia, kanker serviks merupakan penyakit pembunuh nomor satu wanita di Indonesia.

“Saat ini kita sedang fokus pada deteksi dini kanker serviks sebagai bagian dari gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) di Kabupaten Semarang,” Dady usai apel peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) tingkat Kabupaten Semarang di lapangan Palagan Ambarawa, Senin (13/11).

Meski angka pasti penderita kanker serviks di Kabupaten Semarang masih terhitung kecil namun pihaknya tetap melakukan langkah pencegahan. Pasalnya, berdasarkan data Yayasan Kanker Indonesia, jumlah penderita kanker serviks di tanah air terus meningkat.

Bahkan, lanjutnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi pada tahun 2030, penderita kanker serviks di Indonesia akan mencapai jumlah terbesar di dunia. “Pada bulan kanker Oktober lalu, kita sudah melakukan tes IVA untuk 170 perempuan,” katanya.

Meski hasil dari tes IVA tersebut masih kecil namun pihaknya akan terus meningkatkan sebagai langkah deteksi dini. Dikatakannya, Dinkes Kabupaten Semarang telah menyiapkan sepuluh Puskesmas yang memiliki fasilitas tes IVA dan pengobatan kanker serviks.

Warga yang memiliki kesadaran dan membutuhkan pelayanan, lanjut Mas Dady, dapat mendatangi Puskesmas Banyubiru, Ambarawa dan Duren. Selain itu juga Puskesmas Jimbaran, Bergas, Pringapus, Tengaran, Kaliwungu, Pabelan dan Puskesmas Suruh. “Sosialisasi bahaya kanker ini terus kita lakukan mulai tingkat PKK, dharma wanita dan kelompok aparatur sipil negara (ASN) perempuan,” katanya.

Terkait pelayanan di Puskesmas, Dady menegaskan telah memenuhi standar pelayanan yang telah ditentukan tim akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Kementerian Kesehatan.

Sehingga masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan pelayanan Puskesmas tanpa ragu. Pada tahun ini, enam Puskesmas telah lulus akreditasi dengan pencapaian terbaik oleh Puskesmas Sumowono yang meraih akreditasi paripurna.

Sementara itu, Bupati Semarang Mundjirin yang hadir pada kesempatan itu menegaskan Germas yang dicanangkan Kementerian Kesehatan RI merupakan gerakan lintas sektoral yang harus didukung semua pihak.

“Melalui Germas, kita mengajak kerja sama lintas sektoral dan lintas program guna mewujudkan masyarakat berperilaku hidup sehat untuk membentuk Bangsa Indonesia yang kuat,” kata Mundjirin.

Usai apel, Mundjirin yang didampingi Forkompimda menyerahkan sertifikat akreditasi kepada enam kepala Puskesmas. Selain itu diserahkan pula sertifikat Stop Buang Air Besar Sembarangan (Open Defecation Free) kepada Camat Pabelan dan Kaliwungu. (ewb/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here