Media Picture, Pengaruhi Pembelajaran Bahasa Inggris

96
Oleh: Rossana SPd
Oleh: Rossana SPd

DI ERA digital saat ini, bahasa sangatlah berperan utama untuk berkomunikasi. Pada saat kita lahir pun kita semua sudah berkomunikasi walaupun masih menggunakan isyarat. Apapun yang kita ucapkan pada saat kita berbicara pada mereka yang mungkin berbeda bangsa, asal kedua belah pihak paham, tentu itulah komunikasi sesungguhnya.

Membelajarkan bagaimana berbahasa yang baik didahului dengan mendengarkan atau listening. Apabila mendengarkan sudah terkuasai dengan baik, untuk kemampuan lainnya akan mengikuti. Pengenalan nama-nama benda pada anak yang di bawah  usia  3 tahun penting untuk pijakan komunikasi berikutnya.

Mengenalkan nama-nama benda dalam pembelajaran Bahasa Inggris tentu membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Seorang anak mulai belajar mengutarakan kata saat ia berusia 2 tahun. Walau yang mampu diutarakan hanya sekadar kata ‘mama’ atau ‘papa’, namun ia mulai memahami konsep dari ‘bahasa’ dan kegunaannya untuk berkomunikasi.

Pada saat ia mencapai usia 3 tahun, anak mulai belajar membentuk kalimat, dan kalimat yang ia bentuk tentunya belum sempurna atau tidak lengkap dan hanya berupa potongan-potongan kata, sehingga membutuhkan waktu bagi orangtua untuk memahami apa yang sedang dibicarakan oleh sang anak.

Untuk mengajarkan anak suatu bahasa baru di luar dari bahasa ibunya bukanlah hal yang mudah. Sebab, pada tahap ini anak belum menguasai cara berkomunikasi dengan sempurna khususnya dengan menggunakan bahasa ibunya. Terlebih lagi dengan bahasa asing. Dibutuhkan kesabaran serta usaha lebih dari orangtua untuk menerapkan hal ini, agar proses belajar anak menjadi efektif.

Berikut akan dijelaskan cara mengajar Bahasa Inggris untuk anak usia 3 tahun. Anak usia 3 tahun mulai memiliki kemampuan untuk membentuk kalimat lengkap dalam berkomunikasi. Agar anak dapat juga menguasai keterampilan berbicara dalam Bahasa Inggris, orangtua dapat menggunakan beberapa pendekatan.

Pertama, interaksi menggunakan Bahasa Inggris. Interaksi langsung secara verbal dari orangtua merupakan cara yang efektif untuk mengembangkan kemampuan anak dalam berkomunikasi. Berbicara dengan anak atau membacakan sebuah buku cerita Bahasa Inggris serta menyanyikan lagu untuknya mampu menangkap perhatiannya terhadap bahasa baru tersebut. Repetisi atau pengulangan  dapat juga membantu pemahaman dan penguatan memori  anak. Contohnya, kita menyatakan sesuatu dalam Bahasa Inggris, dan mengulangi kata atau pernyataan yang sama dalam Bahasa Indonesia. Jika hal ini diulangi beberapa kali, anak dengan sendirinya akan mengerti bahwa kedua kata tersebut sama, namun dinyatakan dalam bahasa yang berbeda.

Ilustrasi Visual

Kedua, penggunakan ilustrasi visual. Penggunaan gambar seperti flashcard atau kartu berisi gambar, buku bergambar, atau bahkan tayangan TV, media apapun yang memiliki ilustrasi visual mampu membantu anak mengembangkan kemampuan berbahasa Inggrisnya dengan cepat. Dengan panduan orangtua, yang akan turut memberikan penjelasan menggunakan media tersebut, maka cara mengajar Bahasa Inggris untuk anak 3 tahun ini akan terbukti cukup efektif.

Ketika memperkenalkan bahasa baru kepada anak-anak, ragam media pendukung turut disertakan dalam proses belajar mereka. Penggunaan media gambar (picture) Bahasa Inggris untuk anak, seperti flashcard dan buku cerita berilustrasi merupakan contoh alat belajar yang efektif.  Dengan memberikan contoh seekor kucing asli di hadapan anak, ketimbang sekadar memperlihatkan sebuah gambar kucing dengan tulisan ‘cat’ di bawahnya, namun metode dengan menggunakan gambar justru lebih efisien, karena Anda tidak perlu menghabiskan waktu untuk mencari seekor kucing, dan kerepotan memberikannya makanan atau membersihkan kotoran di tengah mengajarkan anak-anak sebutan binatang tersebut dalam Bahasa Inggris.

Selain itu, dengan menggunakan gambar Bahasa Inggris untuk anak, metode ini berlaku untuk anak segala umur. Tentunya jenis gambar yang ditampilkan akan berbeda dengan gambar yang diberikan kepada balita dengan anak berumur 10 tahun. Namun di luar itu, ilustrasi visual akan mempercepat pemahaman anak terhadap materi yang diajarkan, khususnya jika ia belum memahami berbagai macam kosa kata dalam Bahasa Inggris.

Jika anak sudah mengerti arti dan bentuk dari apple atau school, maka gambar mungkin dapat membantu dalam memberikan konsep yang lebih rinci, seperti ragam objek yang dapat ditemukan dalam sebuah sekolah, atau ragam bentuk dan warna apel serta manfaatnya.

Tapi di luar itu, gambar tidak terlalu dibutuhkan, karena anak sudah mengerti target kata yang diajarkan. Pada tahap ini, tanpa adanya bantuan visual,  akan terdorong untuk menggunakan imajinasinya untuk membayangkan apa yang sedang dijelaskan kepadanya.

Contohnya, anak sedang diceritakan mengenai kisah Cinderella  tanpa gambar ilustrasi, hanya deskripsi verbal yang terperinci. Di sini anak akan menggunakan pemikirannya sendiri berdasarkan penjelasan verbal yang diberikan, dan hal ini dapat memancing kreativitas anak dalam berpikir dan berimajinasi.

Penggunaan gambar Bahasa Inggris untuk anak dalam belajar tentu akan mempermudah proses belajar anak, baik dalam memberikan definisi yang tepat, serta pendalaman konsep target kata. Namun  penggunaan bantuan visual yang terus-menerus patutnya dihindari, agar anak ke depannya dapat menggunakan dan mengembangkan  daya kreasi dan imajinasinya sendiri. (*/aro)

Guru SMP Negeri 36 Semarang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here