Launching E-Logis dan Puskesmas 24 Jam

128
PERMUDAH KOMUNIKASI : Bupati Batang Wihaji didampingi Kepala Dinkes dr Hidayah Basbhet saat serahkan alat HT kepada Puskesmas, untuk kemudahan komunikasi. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
PERMUDAH KOMUNIKASI : Bupati Batang Wihaji didampingi Kepala Dinkes dr Hidayah Basbhet saat serahkan alat HT kepada Puskesmas, untuk kemudahan komunikasi. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

BATANG – Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) melaunching aplikasi Elektronik Logistik Obat (E-Logis) di Puskesmas dan Layanan Puskesmas 24 jam.

Kepala Dinkes Batang dr Hidayah Basbeth, menjelaskan bahwa E-Logis ini merupakan aplikasi untuk melihat ketersedian obat di pusat kesehatan di Kabupaten Batang, khususnya Puskesmas.

“Aplikasi ini, tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat. Bagi kami sendiri, sangat bermanfaat,” ucap dokter ramah ini setelah kegiatan HUT ke 53 HKN di Alun-alun Batang, Senin (13/11).

Diceritakan Basbeth, awal mula terciptanya aplikasi ini karena pelaporan obat di Puskesmas cukup kacau. Selain laporan sering terlambat, juga dalam bentuk laporan tulis yang cukup tebal. Sehingga tidak efektif.

Kemudian, mulai bertahap dibuat laporan secara paperless. Selain efektif juga lebih mudah saat diperiksa. Dengan laporan digital pemeriksaan dan pelaporan juga lebih mudah dan up to date.

“Dengan cara ini ternyata kami lebih mudah mengetahui obat mana yang akan segera kedaluarsa. Karena tidak semua obat expired -nya lama, ada sebagian yang berukuran pendek,” jelasnya.

Dengan E-Logis, lanjutnya, maka obat yang akan habis masa berlaku agar segera dikeluarkan. Selain itu, obat yang habis stok bisa segera diisi ulang, sehingga stok akan selalu tersedia.

“Bahkan kami juga sudah ada sistem SMS langsung ke petugas obat. Yang mengingatkan obat mana yang akan expired atau yang akan habis. Sehingga semua bisa berjalan lancar,” tandasnya.

Pihaknya juga terus berupaya terus melakukan pelayan medis secara maksimal. Utamanya untuk mengawasi angka kematian ibu (AKI) di Batang. Karena hingga bulan ini, sudah ada 16 kasus, bukan 17 kasus seperti diberitakn sebelumnya. Sehingga Batang masuk 3 besar peringkat tertinggi Ibu meninggal saat melahirkan.

“Hingga kini tingkat kematian ibu meninggal masih 16 kasus, bukan 17. Namun kami sudah berusaha maksimal, namun kendala juga amsih ada, terutama saat berurusan dnegan Rumah Sakit,” ucapnya.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah layanan bidan stand by 24 jam di Puskesmas di setiap Kecamatan yang ada. Sehingga kapanpun, bidan bisa melakukan pelayanan kesehatan, tidak hanya bagi ibu hamil dan melahirkan, namun juga bisa pada kasus kesehatan lain.

“Dengan stand by 24 jam, maka Puskesmas bisa melakukan pengawalan sejak dini bagi kesehatan masysrakat, bahakn tidak hanya ibu hamil saja, namun layana kesehatan lain,” serunya.

Untuk mendukung hal tersebut, pihaknya juga berikan kemudahan komunikasi kepada semua Puskesmas. Yang mana mereka bisa mudah berkomuniaksi dengan pihak Rumah Sakit terdekat, sehingga bagi daerah yang sinyal komunikasi susah, diberikan Handy Talky (HT).

“Bagi daerah yang sulit sinyal, kami beriakn HT, agar mudah komunikasi dengan RS terdekat, sehingga mudah dalam informasi pelayana kesehatan pasien,” ujarnya lagi. (han/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here