33 C
Semarang
Jumat, 29 Mei 2020

Kesal, Warga Depok Blokir Akses PLTU

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

BATANG – Sudah lima hari ini warga Desa Depok, Kecamatan Kandeman Kabupaten Batang, Jawa Tengah, memblokir jalan desa. Utamanya yang menuju proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2×1.000 MW. Tindakan tersebut dilakukan karena warga kesal jalan rusak tidak segera diperbaiki. Warga kesal, janji pemerintah daerah dan investor untuk memperbaiki jalan tidak segera direalisasikan.

“Dulu jalan Desa Depok menuju PLTU pada kondisi bagus, beraspal. Akan tetapi, setelah dilalui truk pengangkut material pembangunan PLTU, jalan menjadi rusak parah,” kata Suud, warga Desa Depok, Senin (13/11).

Menurut Suud, kemarahan warga memuncak setelah tidak ada kejelasan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun pihak PLTU sendiri. Terlebih jalan yang rusak hanya diuruk dengan limbah sisa PLTU, sehingga jalan semakin tidak nyaman. Selain menimbulkan polusi debu, kondisi jalan membahayakan pengendara ketika hujan.  Untuk itu, warga sepakat memblokir jalan jalan tersebut sampai ada kejelasan.

“Kami akan terus melakukan pemblokiran jalan jika pemda belum bisa memberikan solusi terkait permasalahan itu,” katanya.

Terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Batang, Nasikhin mengatakan masalah penambalan atau pengurukan jalan desa sebenarnya sudah melalui kesepakatan warga. Yang mana meminta agar jalan yang rusak agar ditambal.

“Pengurukan itu adalah permintaan warga karena jalannya rusah parah dan banyak lubang. Alasan menggunakan sisa limbah material karena warga sudah sepakat dan sudah ditandatangani oleh kepala desa serta para tokoh desa setempat,” katanya.

Ia mengatakan perbaikan jalan Desa Depok memang menjadi tanggung jawab pengembang pembangunan PLTU dan kini masih terus dilakukan negosiasi agar jalan dapat segera diperbaiki. Namun pemkab masih mengusahakan agar ada dana dari pemkab, untuk memeprbaik jalan tersebut.

“Kami menyayangkan warga kenapa masih terus meributkan pengurukan itu, kapan masalah itu dapat diselesaikan. Kami masih usaha menunggu anggaran, karena nilai pembangunan jalan itu tidak sedikit, butuh miliaran,” tegasnya. (han/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

BI Bangun Bank Sampah di Dieng

WONOSOBO - Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Jawa Tengah membangun kompleks bank sampah terpadu di Desa Sembungan, Kabupaten Wonosobo. Pembangunan tersebut guna mengatasi permasalahan...

Makin Manis, Makin Nikmat Tapi Sehat?

RADARSEMARANG.COM - Trend makanan dan minuman terus berkembang seiring dengan kebutuhan konsumen. Setelah sempat booming makanan pedas dengan tingkatan level, belakangan viral minuman dengan...

Seniman Maroko Kepincut Tari Jawa

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Warga Maroko terkesima dengan lenggak-lenggok tarian Jawa yang dibawakan Pengasuh Sanggar Greget Semarang, Yoyok Bambang Priyambodo. Bahkan, tak sedikit seniman asal...

35 Taruna Tingkat II dan III Diperiksa

SEMARANG – Sebanyak 35 saksi diperiksa terkait tewasnya taruna Akademi Kepolisian (Akpol), Brigadir Dua Taruna (Brigdatar) Muhammad Adam, 21, akibat dianiaya seniornya, Kamis (18/5)....

Jangan Arogan di Jalan

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Kampung Rawa di Kecamatan Ambarawa dibanjiri ratusan mobil Mercedes Benz dan BMW dari komunitas Bimmer Benz Indonesia se-Jawa, Minggu (22/7). Selain...

MTs Nurussalam Tersono Ukir Beragam Prestasi

BATANG - Jauh dari ibukota Kabupaten Batang, tak berarti sekolahnya minim prestasi. Hal tersebut dibuktikan MTs (Madrasah Tsanawiyah) Nurussalam Tersono yang terletak di Jalan Tersono...