Kesal, Warga Depok Blokir Akses PLTU

147
BLOKIR : Warga Depok sejak 5 hari ini memblokir akses jalan menuju proyek PLTU. Warga kesal jalan rusak tidak segera diperbaiki. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
BLOKIR : Warga Depok sejak 5 hari ini memblokir akses jalan menuju proyek PLTU. Warga kesal jalan rusak tidak segera diperbaiki. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

BATANG – Sudah lima hari ini warga Desa Depok, Kecamatan Kandeman Kabupaten Batang, Jawa Tengah, memblokir jalan desa. Utamanya yang menuju proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2×1.000 MW. Tindakan tersebut dilakukan karena warga kesal jalan rusak tidak segera diperbaiki. Warga kesal, janji pemerintah daerah dan investor untuk memperbaiki jalan tidak segera direalisasikan.

“Dulu jalan Desa Depok menuju PLTU pada kondisi bagus, beraspal. Akan tetapi, setelah dilalui truk pengangkut material pembangunan PLTU, jalan menjadi rusak parah,” kata Suud, warga Desa Depok, Senin (13/11).

Menurut Suud, kemarahan warga memuncak setelah tidak ada kejelasan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun pihak PLTU sendiri. Terlebih jalan yang rusak hanya diuruk dengan limbah sisa PLTU, sehingga jalan semakin tidak nyaman. Selain menimbulkan polusi debu, kondisi jalan membahayakan pengendara ketika hujan.  Untuk itu, warga sepakat memblokir jalan jalan tersebut sampai ada kejelasan.

“Kami akan terus melakukan pemblokiran jalan jika pemda belum bisa memberikan solusi terkait permasalahan itu,” katanya.

Terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Batang, Nasikhin mengatakan masalah penambalan atau pengurukan jalan desa sebenarnya sudah melalui kesepakatan warga. Yang mana meminta agar jalan yang rusak agar ditambal.

“Pengurukan itu adalah permintaan warga karena jalannya rusah parah dan banyak lubang. Alasan menggunakan sisa limbah material karena warga sudah sepakat dan sudah ditandatangani oleh kepala desa serta para tokoh desa setempat,” katanya.

Ia mengatakan perbaikan jalan Desa Depok memang menjadi tanggung jawab pengembang pembangunan PLTU dan kini masih terus dilakukan negosiasi agar jalan dapat segera diperbaiki. Namun pemkab masih mengusahakan agar ada dana dari pemkab, untuk memeprbaik jalan tersebut.

“Kami menyayangkan warga kenapa masih terus meributkan pengurukan itu, kapan masalah itu dapat diselesaikan. Kami masih usaha menunggu anggaran, karena nilai pembangunan jalan itu tidak sedikit, butuh miliaran,” tegasnya. (han/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here