Jangan Terpancing Isu Perpecahan

114
Foto Sri Puryono
Foto Sri Puryono

SEMARANG – Sekda Jateng Sri Puryono meminta agar warga tidak terpancing kabar yang berpotensi memicu pecah belah. Pasalnya, salah satu faktor penting dalam pembangunan daerah adalah stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Jika masyarakat hidup tenteram, guyub, dan rukun pemerintah dapat melaksanakan pembangunan dengan lancar.

“Sebaliknya, kalau masyarakat tidak rukun, pemerintah akan repot dan program-program pemerintah tidak terlaksana,” ujarnya, Senin (13/11). Diungkapkan, organisasi radikal masih ada di Jateng dan beberapa daerah lainnya. Sejumlah peristiwa yang belakangan ini terjadi seperti radikalisme, terorisme, dan intoleransi secara masif harus menjadi momentum bagi semuanya untuk meningkatkan pentingnya penerapan pemahaman, penanaman sikap, dan perilaku kebangsaan dalam perilaku sehari-hari.

“Meski Jateng relatif kondusif, kewaspadaan harus terus ditingkatkan. Sebab potensi atas gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat selalu ada, terutama gangguan radikalisme dan terorisme,” terangnya.

Dia meminjam istilah Bung Karno, Indonesia adalah negara untuk seluruh warganya. Artinya, negeri ini bukanlah milik sekelompok agama, warna, ataupun sikap politik. Tetapi jauh lebih luas yakni milik seluruh rakyat dari Sabang sampai Merauke dengan kebhinekaan yang harus dirawat dan dijaga.

Senada dengan Ketua DPRD Jateng, Rukma Setyabudi. Menurutnya, dengan bersatu dan bergotong royong maka Indonesia akan semakin kuat dan maju. Terlebih Jateng merupakan Benteng Pancasila. Artinya, meski masyarakat terdiri dari beragam agama, suku, ras, dan lainnya, tetapi selalu hidup rukun, damai, dan saling menghormati. “Kita atau siapapun yang jadi pejabat menjadi lebih dekat dengan masyarakat, sehingga bisa mengayomi dan menjaga ketenteraman bersama,” imbuhnya. (amh/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here