Hamil Diatas Usia 35 Tahun Tingkatkan Risiko Kematian

127
SOSIALISASI: Anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem Ir Ali Mahir bersama petugas BKKBN Pusat dan Jateng mensosialisasikan integrasi kampung KB di Desa Undaan Lor, Kecamatan Karanganyar, Sabtu (11/11) lalu. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SOSIALISASI: Anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem Ir Ali Mahir bersama petugas BKKBN Pusat dan Jateng mensosialisasikan integrasi kampung KB di Desa Undaan Lor, Kecamatan Karanganyar, Sabtu (11/11) lalu. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK – Kehamilan diatas usia 35 tahun bagi perempuan cukup rawan terhadap risiko terjadinya kematian ibu. Begitu pula, hamil dibawah usia 20 tahun juga rawan terjadi kematian bayi. Sebab, kandungan sang ibu belum kuat sehingga rawan terjadi kematian bayi.

Karena itu, pernikahan mestinya direncanakan dengan matang, termasuk perencanaan usia diatas 20 tahun. Demikian disampaikan anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem Ir Ali Mahir disela kegiatan integrasi kampung keluarga berencana (KB) bersama mitra kerja 2017 di Desa Undaan Lor, Kecamatan Karanganyar, kabupaten Demak pada Sabtu (11/11) lalu.

Ali Mahir menyampaikan, adanya kampung KB dinilai penting untuk memberdayakan masyarakat dalam perencanaan keluarga Indonesia yang sehat dan cerdas. Dengan kampung KB, dapat dilakukan kegiatan Bina Keluarga Balita, Bina Keluarga Remaja dan Bina Keluarga Lansia. Itu merupakan syarat dibentuknya kampung KB.

“Hal terpenting dari KB ini adalah bagaimana pasangan suami istri dapat membatasi kehamilan. Dengan demikian, jarak kehamilan tidak terlalu berdekatan. Selain itu, dua anak cukup sehingga tidak tambah lagi. Karena itu, pasangan suami istri perlu KB baik MOW maupun MOP,” katanya.

Menurutnya, perempuan hamil diharapkan tidak kurang dari usia 20 tahun sehinggga terhindar dari risiko kematian bayi. Demikian pula, perempuan hamil tidal lewat usia 35 tahun sehingga terhindar dari risiko kematian ibu. Kegiatan integrasi kampung KB di Desa Undaan Lor tersebut juga dihadiri langsung Novianto dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat dan Sekretaris BKKBN Provinsi Jateng Erna Susilowati.

Kabid Pengendalian Penduduk Dinpermades P2KB Pemkab Demak, Sukardjo MKes mengatakan, program KB akan terus digalakkan dari desa ke desa. “Integrasi kampung KB dengan dinas instansi dan pemerintahan desa ini penting dilakukan agar bisa saling menunjang. Untuk pemerintahan desa misalnya perlu menganggarkan operasional untuk kampung KB ini melalui dana desa (DD),” katanya.

Menurutnya, jika kampung KB berhasil, maka dapat menunjang keberhasilan pembangunan baik didaerah maupun di desa masing masing. “Karena itu, inilah pentingnya aksi nyata untuk mengendalikan laju pertambahan penduduk di Demak,” katanya.

Novianto dari BKKBN Pusat menyampaikan, untuk mendukung kelancaran kampung KB memang butuh integrasi semua pihak yang terkait. Untuk infrastruktur didesa misalnya, perlu keterlibatan dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) setempat. Dengan demikian, kampung KB dapat berjalan sesuai harapan. “Desa desa tertinggal menjadi prioritas untuk pendirian kampung KB,” ujarnya.

Sekretaris BKKBN Jateng Erna Susilowati juga berharap, masyarakat dapat memanfaatkan kampung KB tersebut dengan sebaik-baiknya. Dengan adanya kampung KB yang terintegrasi, pelayanan KB makin mudah diakses warga. “Kita ajak seluruh masyarakat untuk sadar ber KB. Tidak hanya perempuan saja tapi bapak bapak juga bisa ikut KB  dengan metode operasi pria (MOP),” katanya. (hib/sct/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here