Elang Untidar Raih Gelar The Best Rookie

121
MOBIL LISTRIK: Elang Untidar saat menjalani race di Sirkuit Kenjeran Park Surabaya dalam ajang Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) yang berlangsung Selasa-Sabtu (7-11/11) lalu. (Humas Untidar for JP Radar Kedu)
MOBIL LISTRIK: Elang Untidar saat menjalani race di Sirkuit Kenjeran Park Surabaya dalam ajang Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) yang berlangsung Selasa-Sabtu (7-11/11) lalu. (Humas Untidar for JP Radar Kedu)

MAGELANG – Prototipe mobil listrik karya mahasiswa Universitas Tidar (Untidar) Magelang berhasil menyelesaikan 5 race dalam Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) di Sirkuit Kenjeran Park Surabaya, 7-11 November 2017. Meski awalnya sempat mengalami kendala pada rem, mobil yang diberi nama Elang Tidar tersebut berhasil meraih gelar the best rookie atau pendatang terbaik.

“Pada race awal, Elang Untidar sempat terkendala pada bagian rem depan. Panitia tidak mengizinkan kami melanjutkan ke tahap race jika rem belum sesuai dengan standar. Maka itu Elang harus masuk paddock dahulu untuk diperbaiki,” terang Ketua sekaligus Manajer Tim Elang Heru Sai Udin, Senin (13/11).

Heru menjelaskan, sebelumnya rem depan Elang Untidar hanya menggunakan 1 kaliper dan 1 pedal untuk 2 roda. Ternyata, rangkaian ini menyebabkan kurangnya tekanan, terlebih saat mobil diposisikan dalam keadaan miring. “Maka itu dilakukan perbaikan dengan menambah 1 kaliper lagi,” jelas Heru.

Elang Untidar berhasil menyelesaikan 5 race dalam waktu 4 hari. Tiap race, masing-masing peserta harus menyelesaikan 8 putaran pada sirkuit sepanjang 11,6 km. “Perolehan waktu terbaik Elang Untidar adalah 22 menit 56 detik di mana mampu menempuh jarak 96 km dengan daya 1 kwh/h,” kata Heru.

Setiap menjelang race, tiap peserta diwajibkan mengikuti scrutineering. Heru menjelaskan, ada 10 pos pengecekan yang harus dilalui setiap tim sebelum dilanjutkan ke tahap race. Panitia akan mengecek berat, rem, keamanan pengemudi, sabuk, helm, sepatu, alat pemadam kebakaran, dll. “Setiap kali menyelesaikan race mobil akan diukur seberapa banyak bahan bakar yang terpakai, jarak, waktu dan kecepatan,” imbuh Heru.

Pendamping Tim Elang Sigit Joko Purnomo menjelaskan, KMHE merupakan ajang kompetisi dalam pengelolaan engine. Kompetisi ini tidak hanya sekedar ‘jalan’ tetapi bagaimana menjaga performa mobil tetap stabil. “Karena ini kontes hemat energi maka luarannya mobil mampu berjalan dengan betul-betul menghemat energi, go green tanpa polusi,” kata Sigit.

Walaupun sebagai pemula dan pertama kali mengikuti ajang ini, lanjut Sigit, seluruh tim sudah bekerja keras dan optimistis bisa ikut kembali dalam kompetisi ini tahun depan. “Awal berangkat dari kampus kemarin kami hanya fokus pada race tetapi keadaan di lapangan berbeda. Sebelum race saja melalui proses scrutineering ini saja sudah sangat rumit. Berkali-kali kami harus bongkar pasang. Tapi syukurlah kerja keras tim terbayar dengan gelar pendatang terbaik ini dan siap mengikuti ajang ini di tahun depan kembali,” papar Sigit.

Sigit menjelaskan, Elang atau Electrical Lightweight Automobile Non Gasoline merupakan prototipe mobil hemat energi pertama karya mahasiswa D3 Teknik Mesin Untidar. Elang Untidar mengikuti ajang KMHE kategori kendaraan prototipe dengan tenaga listrik. Pada kategori ini, Elang Untidar bersaing dengan 17 tim dari perguruan tinggi se-Indonesia. (cr3/mg13/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here