Dorong Petani Budidayakan Sayur Organik

Desa Kopeng, Kecamatan Getasan

105
DUKUNGAN: Perangkat Desa bersama sejumlah pihak saat penandatanganan deklarasi stop generasi perokok. (IST)
DUKUNGAN: Perangkat Desa bersama sejumlah pihak saat penandatanganan deklarasi stop generasi perokok. (IST)

GETASAN – Desa Kopeng Kecamatan Getasan terus dorong petani untuk menanam sayuran organik. Selain memiliki nilai jual tinggi, sayuran organik dinilai dapat menyehatkan tubuh pengkonsumsinya.

Saat ini sudah ada dua dusun di Desa Kopeng yang mulai membudidayakan sayur organik. Kedua dusun tersebut adalah Dusun Cuntel dan Dusun Sidomukti. Hasil sayuran organik kedua dusun ini dikirim ke supermarket. Bahkan untuk Dusun Cuntel sudah memiliki warung sayur organik yang berlokasi di Salatiga.

”Pemerintah Desa terus melakukan sosialisasi dalam hal ini, tujuannya agar mereka sadar bahwa tanaman non organik itu memiliki dampak buruk bagi organ. Sehingga mereka bisa beralih ke tanaman organik,” ujar Kades Kopeng Rebo Sarwoto.

Kades Kopeng : Rebo Sarwoto. (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
Kades Kopeng : Rebo Sarwoto. (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

Pemerintah Desa akan terus upayakan agar semua Dusun bisa menyusul membudidayakan sayuran organik. Namun, upaya ini akan membutuhkan perjuangan. Sebab, banyak masyarakat yang lebih senang dengan cara instan dibanding menanam sayur organik yang membutuhkan waktu lama serta memerlukan perawatan yang rumit.

”Memang perawatannya agak susah. Selain itu dibanding dengan yang menggunakan bahan kimia, sayuran organik lebih membutuhkan waktu yang agak lama. Rentangnya bisa sampai 25 hari,” ujar Rebo kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Kesehatan nampaknya menjadi perhatian utama pemerintah Desa Kopeng. Selain upaya menjaga kesehatan melalui sayuran organik, Pemerintah Desa juga mengupayakan kesehatan melalui penataan para kader posyandu yang ada di Desa Kopeng.

”Kita juga ada kegiatan senam ibu-ibu kader, ada kader posyandu, PKK setiap dusun bersama  pemerintah Desa setiap Jumat. Memang para kader harus bisa memulainya, agar upaya kesehatan tidak hanya berhenti sebatas program saja,” lanjutnya.

Sementara itu Harun Purwanto, Kasi Kesra Desa Kopeng menambahkan bahwa Desa Kopeng memang berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan warga, salah satunya dengan memperhatikan aspek kesehatan. Menurutnya, Kesejahteraan masyarakat tidak akan tercapai ketika masyarakatnya tidak sehat.”Bagaimanapun kesehatan itu penting. Beberapa waktu lalu, kami juga mendukung delarasi anti rokok. Kami ingin Desa kami juga mulai meninggakan rokok,” ujar Harun.

Menyinggung Dana Desa, Harun mengatakan bahwa di tahun 2017-2018 konsentrasi Desa Kopeng adalah pada pembangunan infrastruktur. Saat ini, pembangunan infrastruktur sudah mencapai 90 persen. Ketika infrastruktur sudah selesai, lanjutnya, maka Desa akan memberkan perhatiannya pada peningkatan perkonomian warga, yakni melalui BUMDes yang akan dibentuk.

”Rencananya akan mengacu pada bidang pariwisata, penataan ruangan dan potensi Desa wisata, kemudian juga penataan pasar. Melalui BUMDes ini, nanti kami juga berharap bisa membantu anak-anak yang putus sekolah untuk mendapatkan kursus,” jelas Harun. (cr4/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here