Bus Sarat Penumpang ‘Dibajak’ Sindikat Narkoba

131
GAGALKAN PEMBAJAKAN: Personel tim elit Polrestabes Semarang saat menggagalkan aksi pembajakan bus PO PW dengan mengendarai motor trail, kemarin. (kanan) Tim elit melumpuhkan para pembajak bus. (FOTO-FOTO: M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GAGALKAN PEMBAJAKAN: Personel tim elit Polrestabes Semarang saat menggagalkan aksi pembajakan bus PO PW dengan mengendarai motor trail, kemarin. (kanan) Tim elit melumpuhkan para pembajak bus. (FOTO-FOTO: M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG- Bus PO PW jurusan Semarang-Kendal dibajak pelaku kejahatan yang disinyalir kelompok sindikat narkoba. Berkat kesigapan personel tim elit Polrestabes Semarang, aksi ini dapat digagalkan dan berhasil diringkus lima orang pelakunya. Insiden ini terjadi Senin (13/11) sekitar pukul 09.00 kemarin.

Sebelum dilakukan penggagalan, sempat diwarnai ketegangan. Terjadi kejar-kejaran antara personel berkendaraan trail dengan bus yang dibajak oleh lima pelaku.

Aksi pembajakan bus PO PW tersebut diketahui petugas saat melaju kencang dari arah Semarang menuju Kendal. Bus tersebut sempat melanggar rambu-rambu lalulintas. Selain itu, dari dalam bus juga terdengar suara tembakan dan teriakan penumpang minta tolong sambil melambaikan tangannya keluar kaca jendela bus.

Kapolrestabes Kombes Pol Abioso Seno Aji yang mendapat laporan kejadian tersebut, langsung memerintahkan semua jajaran termasuk personel tim elit segera melakukan penghentian dengan gerakan taktis.

Petugas Unit Patko langsung memasang roadbloker. Sehingga pada saat bersamaan, tim elit lengkap persenjataan laras pendek dan panjang mengendarai trail mengejar bus yang disandera. Setelah berhasil merapat ke bodi bus, petugas langsung melumpuhkan pelaku yang membawa senjata api.

Dari hasil penggeledahan salah satu pelaku, hasilnya ditemukan bungkusan narkoba di dalam saku celana. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, seluruh penumpang berhasil diselamatkan. Selanjutnya lima pelaku dimasukkan ke dalam mobil petugas untuk dibawa ke Mapolrestabes Semarang guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Aksi tersebut merupakan kegiatan simulasi personel tim elit yang dibentuk untuk menanggulangi aksi kejahatan di wilayah hukum Polrestabes Semarang. “Tim elit merupakan tulang punggung Polrestabes Semarang. Terutama saat terjadi peristiwa di lapangan, bisa bergerak cepat ke lokasi kejadian untuk mengentaskan permasalahan,” ungkap Abioso usai kegiatan simulasi.

Dia membeberkan, tim elit ini sebelumnya telah dilatih selama satu minggu di Pusat Latihan Anti Teror (Platina) di Kota Semarang. Selama tujuh hari itu, tim ini dibekali beberapa kemampuan, di antaranya bongkar pasang cepat senjata, pertempuran jarak dekat, termasuk tembak reaksi.

“Pertempuran jarak dekat itu tidak menggunakan senjata, sedangkan tembak reaksi adalah untuk mengantisipasi penjahat yang berusaha menghindar, melarikan diri, dan mencari sandera saat akan ditembak,” jelasnya.

Abioso berencana menambah anggota tim elit yang saat ini berjumlah 16 orang, dua di antaranya personel perempuan. Dikatakan, tim elit dibentuk dilatarbelakangi adanya perkembangan kejahatan di wilayah hukumnya. Meski demikian, pihaknya akan terus mewaspadai segala bentuk modus pelaku kejahatan dalam menjalankan aksinya. “Kami juga tidak under estimate, sebab setiap pelaku kejahatan selalu mencari celah dalam menjalankan aksinya. Makanya kami bentuk tim ini untuk meminimalisasi angka kejahatan,” katanya. (mha/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here