33 C
Semarang
Jumat, 5 Juni 2020

BPR Arto Moro Bagikan Nasi Bungkus

Bentuk Syukur dan Asah Kepedulian Karyawan

Another

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur...

BPR Arto Moro Semarang, Minggu (12/11) lalu, menggelar aksi sosial. Yakni, bagi-bagi nasi bungkus kepada masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan yang dipimpin oleh Direktur BPR Arto Moro, Eka Andika Latif SE, sekaligus dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November.

Bentuk aksi sosial yang dilakukan kali ini adalah memberikan nasi bungkus kepada pemulung, penarik becak, pekerja bangunan, maupun tukang sayur yang kebetulan berada di jalur yang dilewati mobil operasional BPR Arto Moro. Mereka tersebar di seputar Pamularsih, Kalicari, Tugu Muda dan Jalan Jenderal Sudirman.

Andika mengatakan, aksi sosial semacam ini, secara berkala, selalu dilakukan oleh BPR Arto Moro, dalam bentuk kegiatan berbeda-beda. Tujuannya, untuk mendekatkan diri kepada masyarakat. Artinya, sebagai perusahaan perbankan, BPR Arto Moro tidak hanya dekat dengan masyarakat pengguna fasilitas perbankan saja. Tapi juga dekat dengan masyarakat yang membutuhkan bantuan karena kondisinya.

“Dengan demikian, BPR Arto Moro tidak hanya memberi solusi kepada nasabahnya, tetapi juga memberi solusi kepada masyarakat,” kata Andika.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Komisaris Utama BPR Arto Moro Dr. Subyakto, SH, MH, MM mengatakan arti pentingnya aksi sosial semacam ini yaitu untuk mengasah kepedulian karyawan kepada sesama.

Lebih lanjut Subyakto mengatakan, dengan aksi sosial semacam ini, maka karyawan BPR Arto Moro tidak sepantasnya melakukan kegiatan yang merugikan perusahaan dan dirinya sendiri. Sebab, masih banyak warga masyarakat yang kondisinya jauh dari kondisi yang dinikmati oleh para karyawan. Dengan demikian, karyawan bisa lebih bersyukur dan lebih produktif dalam bekerja.

Subyakto menambahkan, aksi sosial cukup penting. Jangan hanya perusahaan besar saja yang melakukan aksi sosial, karena faktanya di sekitar kita ini memang masih ada kelompok masyarakat yang memang membutuhkan bantuan kita.

“Andai kata perusahaan yang ada di Semarang ini secara bergantian dan simultan melakukan aksi sosial, maka dampaknya akan sangat membantu meringankan kelompok masyarakat yang kurang beruntung.” (sct/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen sampai presiden. T.M. BAYUAJI-K. ULUM, BAYU...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat dirilis. Menurut para sahabat, yang...

Luka Lama

Semua bisa merasakan: betapa irinya Trump. Iri kepada Putin. Iri kepada Xi Jinping. Iri pada kekuasaan mereka berdua. Yang tidak dimiliki oleh seorang Presiden Amerika. Betapa gemes tangan...

More Articles Like This

Must Read

Beri Apresiasi Perusahaan Lewat CSR Award

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Pemkab Pekalongan mulai meningkatkan sinergitas program kegiatan corporate social responsibility (CSR) dengan sejumlah perusahaan, untuk mempercepat pembangunan. Hal tersebut dilakukan mengingat...

Lebih Dekat dengan Komunitas Wayang Gaga Semarang (Kowaga)

Melestarikan budaya leluhur tak semuanya harus dinilai dengan seberapa besar materi yang kita miliki. Dengan cara unik dan murah, ternyata bisa dibuktikan dan dilakukan...

Bantuan Alat Tangkap Kurang Tepat

SEMARANG – Bantuan alat tangkap pengganti cantrang untuk pemilik kapal di bawah 10 Gross Ton (GT) di Jateng yang diberikan Menteri Kelautan dan Perikanan,...

Antisipasi Overload, Bangun 5 Sub TPA

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Tempat pembuangan akhir (TPA) Randu Kuning Tegalsari terancam overload. Untuk mengatasinya, Pemerintah Kabupaten Batang akan membangun sub TPA dengan sistem modern di...

Harga Rusunawa Capai Rp 35 Juta

Pengawasan harus diperketat. Misalnya, dengan registrasi ulang yang berkelanjutan dan rutin. Sehingga mereka tidak bisa menjual di bawah tangan. RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Praktik jual-beli rumah...

Peserta Bursa Wisata Meningkat 20 Persen

SEMARANG  - Peserta Bursa Wisata Indonesia (BWI) tahun ini meningkat hingga 20 persen bila dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan gelaran yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pelaku...