BPR Arto Moro Bagikan Nasi Bungkus

Bentuk Syukur dan Asah Kepedulian Karyawan

96
PEDULI SESAMA: Direktur BPR Arto Moro, Eka Andika Latif, SE, memimpin langsung aksi sosial “Keliling Semarang Berbagi Nasi Bungkus” pada Minggu (12/11) lalu. (IST)
PEDULI SESAMA: Direktur BPR Arto Moro, Eka Andika Latif, SE, memimpin langsung aksi sosial “Keliling Semarang Berbagi Nasi Bungkus” pada Minggu (12/11) lalu. (IST)

BPR Arto Moro Semarang, Minggu (12/11) lalu, menggelar aksi sosial. Yakni, bagi-bagi nasi bungkus kepada masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan yang dipimpin oleh Direktur BPR Arto Moro, Eka Andika Latif SE, sekaligus dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November.

Bentuk aksi sosial yang dilakukan kali ini adalah memberikan nasi bungkus kepada pemulung, penarik becak, pekerja bangunan, maupun tukang sayur yang kebetulan berada di jalur yang dilewati mobil operasional BPR Arto Moro. Mereka tersebar di seputar Pamularsih, Kalicari, Tugu Muda dan Jalan Jenderal Sudirman.

Andika mengatakan, aksi sosial semacam ini, secara berkala, selalu dilakukan oleh BPR Arto Moro, dalam bentuk kegiatan berbeda-beda. Tujuannya, untuk mendekatkan diri kepada masyarakat. Artinya, sebagai perusahaan perbankan, BPR Arto Moro tidak hanya dekat dengan masyarakat pengguna fasilitas perbankan saja. Tapi juga dekat dengan masyarakat yang membutuhkan bantuan karena kondisinya.

“Dengan demikian, BPR Arto Moro tidak hanya memberi solusi kepada nasabahnya, tetapi juga memberi solusi kepada masyarakat,” kata Andika.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Komisaris Utama BPR Arto Moro Dr. Subyakto, SH, MH, MM mengatakan arti pentingnya aksi sosial semacam ini yaitu untuk mengasah kepedulian karyawan kepada sesama.

Lebih lanjut Subyakto mengatakan, dengan aksi sosial semacam ini, maka karyawan BPR Arto Moro tidak sepantasnya melakukan kegiatan yang merugikan perusahaan dan dirinya sendiri. Sebab, masih banyak warga masyarakat yang kondisinya jauh dari kondisi yang dinikmati oleh para karyawan. Dengan demikian, karyawan bisa lebih bersyukur dan lebih produktif dalam bekerja.

Subyakto menambahkan, aksi sosial cukup penting. Jangan hanya perusahaan besar saja yang melakukan aksi sosial, karena faktanya di sekitar kita ini memang masih ada kelompok masyarakat yang memang membutuhkan bantuan kita.

“Andai kata perusahaan yang ada di Semarang ini secara bergantian dan simultan melakukan aksi sosial, maka dampaknya akan sangat membantu meringankan kelompok masyarakat yang kurang beruntung.” (sct/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here