75 Desa Bebas Dari Kebiasaan BABS

135

KENDAL – Sebanyak 75 Desa di Kabupaten Kendal dinyatakan bebas dari kebiasaan Open Defecation Free (ODF) atau Buang Air Besar Sembarangan (BABS), data tersebut didapatkan dari Dinas Kesehatan Kendal (DKK), hal itu disampaikan saat upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 53 yang berlangsung di Stadion Utama Kendal, Senin (13/11).

Kepala Dinas Kesehatan Kendal, Sri Mulyani mengatakan jika data tersebut didapatkan dari analisa kunjungan rumah diperoleh status kesehatan warga Kendal sebesar 27,54 % Keluarga Sehat, 66,74 persen Keluarga Pra Sehat dan hanya 5,72 persen termasuk Keluarga Tidak Sehat. “Tahun depan kami targetkan kemilikan jamban mencapai 100 persen, kekurangan saat ini adalah kepemilikan dan akses jamban di Kendal masih kurang,” katanya.

Agar target tersebut terealisasi, lanjut dia, Pemkab akan melakukan pemberdayaan masyarakat. Selain itu harus adanya dukungan dari penggunaan dana desa dan CSR beberapa perusahan yang ada di Kendal. “Saat ini ada keterbatasan anggaran, jadi harus ada dukungan dari berbagai pihak juga untuk merealisasikannya,” tuturnya.

Total saat ini ada sebanyak 75 Desa/Kelurahan yang tersebar di dua Kecamatan dan berhasil ODF yakni Kecamatan Ngampel dan Pegeruyung. Hal tersebut dipengaruhi oleh adanya program Indonesia Sehat dengan pendekatan keluarga (PIS-PK). “Hasil kunjungan rumah sementara untuk tahun 2017 ini baru mencakup sekitar 25 persen keluarga di Kabupaten Kendal, dan rencananya akan dilanjutkan pada 2018 secara total cavarage,” jelasnya.

Terpisah, Wakil Bupati Kendal Masrur Masykur target tersebut juga harus didukung oleh kesadaran masyarakat dan tanggungjawab untuk segera membuat jamban bagi yang belum memiliki. “Mayoritas dari yang belum punya adalah warga kurang mampu, kami harap ada kesadaran untuk membuat jamban. Tujuannya agar kesehatan masyarakat sendiri juga bisa terjaga,” ucapnya. (den/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here