Warga Demak Jadi Sandera di Papua

210
MENGADU : Warga Desa Kedondong, Kecamatan Demak Kota saat mengadu ke Balai Desa setempat. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENGADU : Warga Desa Kedondong, Kecamatan Demak Kota saat mengadu ke Balai Desa setempat. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK-Kasus penyanderaan terhadap 1.300 orang warga di dua desa di wilayah Tembagapura, Mimika, Papua oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB), ternyata tidak hanya menimpa warga setempat. Namun, aksi kriminal tersebut juga menimpa warga pendatang, termasuk dari Demak yang merantau ke Papua.

Puluhan warga Desa Kedondong, Kecamatan Demak Kota misalnya, sempat mendatangi balai desa setempat guna melaporkan anggota keluarga mereka yang merantau ke Papua. Mereka di Papua sebagai pendulang emas di sekitar  PT Freeport. Diduga menjadi korban penyanderaan.

Warga Kedondong yang ke balai desa tampak bersedih. Sebab, keluarga mereka yang bekerja di Papua sulit dihubungi. Sejumlah ibu-ibu menangis karena belum mengetahui nasib suami dan anak-anak mereka yang sekarang diduga masih dalam sekapan KKB. Pihak keluarga di Demak sudah tidak dapat berkomunikasi lagi. Melalui kepala desa setempat, ibu-ibu ini berharap keluarga mereka yang saat ini menjadi korban penyanderaan dapat dipulangkan dengan selamat.

Berdasarkan keterangan warga, setidaknya ada sekitar 40 orang warga Desa Kedondong yang bekerja sebagai pendulang emas di areal tambang emas PT Freeport. Tri Atmi, 45, warga Desa Kedondong menuturkan, pihak keluarga kesulitan menghubungi keluarga mereka yang bekerja di Papua tersebut. “Tidak dapat berkomunikasi lagi,” ujarnya.

Senada disampaikan Hilda, 35, warga lainnya. Dia juga berharap, keluarganya yang bekerja di Papua dapat dibebaskan oleh pemerintah dan memulangkannya ke daerah asal. “Kami berharap segera ada pembebasan. Keluarga di rumah menunggu,” ujarnya.

Kepala Desa Kedondong, Sistianto mendapati laporan warga tersebut, pihaknya telah melaporkan ke kepolisian. Meski demikian, hingga kini belum ada informasi atau perkembangan yang terjadi. “Kami masih menunggu informasi dari Polres,” katanya.

Menurutnya, warga Desa Kedondong yang bekerja mendulang emas tersebut ada yang sudah 5 tahun, 1 tahun, 3 bulan dan ada pula yang baru 1 bulan. Kapolres Demak AKBP Sonny Irawan mengatakan, pihaknya telah menerima laporan warga dan telah berkoordinasi dengan Polda dan Mabes Polri. “Kami berharap, para sandera termasuk yang dari Demak bisa segera dibebaskan,” ujar Kapolres. (hib/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here