Tradisi Iriban Tanam Ribuan Pohon

127
BARENGAN: Ratusan warga terlihat kidmat saat penutupan tradisi Iriban dengan makan bersama di sekitar sumber mata air di Desa Kalisidi Kecamatan Ungaran Barat, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BARENGAN: Ratusan warga terlihat kidmat saat penutupan tradisi Iriban dengan makan bersama di sekitar sumber mata air di Desa Kalisidi Kecamatan Ungaran Barat, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN–Ratusan warga Desa Kalisidi Kecamatan Ungaran Barat melaksanakan tradisi Iriban sebagai bentuk menjaga kelestarian alam, Minggu (12/11) kemarin. Tradisi yang dimulai sejak pukul 07.00 tersebut dimulai dengan penanaman ribuan pohon yang dilakukan oleh warga beserta ratusan siswa dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kalisidi 2.

Kades Kalisidi, Dimas Prayitno mengungkapkan Iriban merupakan tradisi tahunan yang diisi dengan kegiatan pembersihan dan penanaman pohon di beberapa titik sumber mata air. “Kegiatan ini sekaligus merupakan ungkapan syukur warga atas melimpahnya sumber air di desa mereka,” ujarnya.

Dikatakan Dimas, penanaman pohon di sekitar sumber air ini sudah berlangsung sejak tahun 1960. Berada di kaki Gunung Ungaran, Desa Kalisidi memiliki 39 sumber mata air yang mereka manfaatkan untuk mencukupi kebutuhan air bersih dan irigasi.

Satu per satu bibit pohon dibagikan kepada para siswa untuk ditanam di sekitar sumber-sumber air di Desa Kalisidi dengan didampingi beberapa perangkat dan warga desa. Bersama warga desa, para siswa menanam aneka jenis bibit pohon. Seperti sengon, beringin, jambu, dan kalpataru. Sekitar seribu bibit pohon sudah disiapkan untuk ditanam para siswa bersama warga. “Sejak kecil anak-anak ini sudah diajarkan pentingnya merawat sumber-sumber air, karena kelak mereka sendiri yang akan memetik hasilnya,” kata Dimas.

Usai penanaman dan pembersihan sumbermata air, ratusan warga tumpah ruah di sekitar sumber mata air untuk makan bersama. Makanan yang dihidangkan yaitu ayam bakar beserta pirantinya lengkap.

Dikatakan Dimas, sebagai bentuk rasa syukur kepada alam masing-masing warga secara sukarela membawa seserahan berupa ayam bakar. “Secara sukarela warga menyumbangkan ayam yang mereka pelihara untuk dimakan bersama,” ujarnya.

Sedikitnya seratus ekor ayam diolah dengan cara dibakar disajikan warga dan dimakan bersama-sama di dekat lokasi sumber mata air. “Masing-masing rumah ke sumber air ini membawa makanan berupa ayam, nasi, klubanan, sambal, untuk dimakan bersama-sama setelah orang bekerja bakti merawat sumber mata air ataupun saluran-saluran yang ada,” katanya.

Tradisi tersebut juga diartikan sebagai upaya warga untuk selalu guyup antara satu dengan yang lain. “Mendapatkan ayam ini mudah, mereka rata-rata memiliki di tiap rumahnya,  mereka membawa untuk dibakar untuk dimakan mereka sendiri,” ujarnya.

Saat penanaman, ratusan siswa dari MI Kalisidi 2 terlihat antusias. Masing-masing siswa diberikan satu bibit pohon untuk ditanam dalam tradisi tersebut. salahsatu dari siswa tersebut yaitu Vanessa Syahrin Serlian.

Selain MI, pada kesempatan itu warga setempat juga menggandeng pihak lain. Salah satunya yaitu Transform Mercy Corps Indonesia (TMCI). Koordinator TMCI, Nyimas Wardah menganggap apabila tradisi seperti ini perlu dilestarikan, karena merupakan salah satu upaya pendidikan dini buat anak-anak kecil menanam. “Sekarang mereka menanam, dewasa memanen, memanen di sini dalam artian bahwa mereka bisa merasakan manfaat karena jenis-jenis tanaman yang kita,” ujarnya. (ewb/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here