Sun Life Kampanyekan Kesadaran Cegah Diabetes

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

PERUSAHAAN asuransi Sun Life Financial Indonesia (Sun Life) ikut mengampanyekan pencegahan penyakit diabetes dengan berpartisipasi dalam Diabetes Walk 2017 di perlintasan Car Free Day Jalan MH Thamrin menuju Jalan Sudirman, Jakarta, Minggu (10/11) pagi. Kegiatan itu diikuti sekitar 2.500 peserta dari berbagai lapisan masyarakat.

“Diabetes merupakan salah satu penyakit kritis yang mematikan. Kami sebagai penyedia jasa keuangan memiliki komitmen dan fokus strategis pada peningkatan kesadaran masyarakat terhadap diabetes dan pencegahannya,” ujar Presiden Direktur Sun Life Financial Indonesia, Elin Waty.

Kepedulian Sun Life juga ditunjukkan lewat Studi Kesadaran Diabetes yang diadakan Sun Life Financial Asia di lima negara, yakni Hongkong, Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Vietnam, akhir September lalu. Penelitian dilakukan Ipsos, lembaga riset pasar independen, melalui wawancara daring kepada 2.119 penduduk berusia antara 25-60 tahun.

Berdasarkan survei itu, 33 persen responden di Indonesia telah melakukan pengecekan diabetes dalam kurun waktu 12 bulan terakhir. Hasilnya, 8 persen didiagnosis menderita diabetes. Lalu, 44 persen mengatakan memiliki keluarga dekat yang menderita diabetes dan 61 persen di antaranya dinyatakan bebas dari diabetes tetap khawatir akan terkena penyakit diabetes di masa depan. Saat ini, penderita diabetes di Indonesia diperkirakan mencapai 39 persen dari total populasi. Secara umum, masyarakat Indonesia memiliki persepsi bahwa pengidap diabetes memiliki harapan hidup lebih pendek 16 tahun dari mereka yang tidak terkena diabetes. “Persepsi harapan hidup penderita diabetes menjadi salah satu kesimpangsiuran yang perlu diluruskan,” ujarnya.

Chief Marketing Officer Sun Life Financial Indonesia, Shierly Ge, sesaat sebelum melepas peserta Diabetes Walk 2017 mengatakan, angka penderita diabetes di Indonesia saat ini tergolong tinggi. Namun, kesadaran masyarakat melakukan pengecekan masih rendah.  “Kami memiliki kepedulian tinggi terhadap kondisi ini dan berkomitmen terus mengedukasi masyarakat mengenai diabetes dan risiko-risikonya,” ujar Shierly.

Sejak tahun lalu, pihaknya sudah melakukan kampanye serupa bersama Divisi Metabolik Endokrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI)/Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Kegiatan itu dilakukan bertepatan dengan Hari Diabetes Sedunia yang diperingati tiap 14 November.

“Prevalensi diabetes yang mengkhawatirkan di Asia akan terus memberi beban ekonomi tidak hanya pada sistem perawatan kesehatan masyarakat, namun juga untuk penderita diabetes dan keluarga merek, hingga berdampak besar pada biaya pengobatan yang terus meningkat. Sun Life memiliki peran penting dalam hal pembiayaan perawatan kesehatan melalui produk asuransi kesehatan yang terjangkau sebagai solusi bagi masyarakat,” ujar Shierly.

Dikatakan, rata-rata responden memperkirakan besarnya biaya yang harus dikeluarkan penderita diabetes sekitar USD 1.778 untuk perawatan tiap tahunnya. Hongkong berada di urutan teratas sebagai negara dengan perkiraan biaya perawatan termahal, yaitu sekitar USD 4.400, sedangkan biaya di empat negara di Asia Tenggara lainnya diperkirakan di bawah USD 1.120 tiap tahunnya.

Khusus Indonesia, kata Shierly, responden memperkirakan biaya yang diperlukan pasien diabetes untuk pengobatan mencapai Rp 12,2 juta per tahun. Namun, sebanyak 21 persen responden menganggap hal itu bukan beban terhadap layanan kesehatan publik.

Kepala Divisi Metabolik Endokrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM dr Em Yunir SpPD, KEMD mengapresiasi komitmen berkelanjutan Sun Life Financial Indonesia dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit diabetes.

“Partisipasi Sun Life pada Jakarta Diabetes Walk 2017 mencerminkan konsistensinya untuk terus memotivasi masyarakat agar menjalankan gaya hidup sehat demi pencegahan peningkatan kasus diabetes di Indonesia,” tutur dia.

Ia berharap Sun Life terus menginspirasi masyarakat melakukan tindakan preventif sedini mungkin agar di masa depan memiliki kondisi kesehatan yang tetap prima. (bis/aro)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -